
Padang Panjang– Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc, menyampaikan kuliah umum bertema "Transformasi Apresiasi Seni Budaya Berbasis Platform Digital" di Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat pada Rabu, 30 Oktober 2024.
Dalam acara yang turut dihadiri Plt. Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, beserta para akademisi dan ratusan mahasiswa, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Indonesia.
Fadli Zon menyampaikan bahwa era digital menyediakan peluang besar bagi pengembangan seni dan budaya. Dengan hadirnya berbagai platform digital, para pelaku budaya diharapkan dapat mendistribusikan karya-karyanya lebih luas dan menjangkau audiens yang lebih besar.
“Teknologi digital dapat menjadi alat penting dalam mendukung kerja-kerja kebudayaan dan mengoptimalkan strategi promosi seni budaya Indonesia,” ujar Fadli Zon.
Ia juga menyoroti data penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 76,8 persen dari total populasi, atau sekitar 212,35 juta pengguna. Menurutnya, angka ini mencerminkan peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui media digital.
"Kebudayaan harus ditempatkan sebagai modal sosial yang memperkuat identitas bangsa. Pemanfaatan teknologi digital dalam bidang kebudayaan akan mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan memperluas distribusi pengetahuan budaya," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga mendorong Institut Seni Indonesia Padang Panjang untuk lebih aktif menggunakan platform digital dalam promosi karya seni. Ia berharap bahwa media digital dapat memudahkan jaringan kerja antar-pelaku budaya, mempercepat penyebaran pengetahuan seni, serta memperluas cakupan karya-karya seni Indonesia hingga ke tingkat internasional.
Komitmen Pemulangan Benda Budaya Indonesia dari Luar Negeri
Selain mendorong digitalisasi kebudayaan, pada kesempatan bersama media Menteri Kebudayaan Dr. Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam upaya repatriasi atau pemulangan benda-benda budaya asal Indonesia yang masih tersimpan di luar negeri. Ia menyebutkan bahwa sejumlah artefak budaya Indonesia, termasuk arca, manuskrip, dan naskah kuno, tersebar di berbagai negara, seperti Belanda, Inggris, dan India.
“Kami berkomitmen untuk terus memulangkan aset-aset budaya Indonesia yang saat ini berada di luar negeri, karena itu adalah bagian dari warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan,” ungkapnya.
Fadli Zon juga menyampaikan apresiasi atas upaya Pemerintah Kerajaan Belanda yang sebelumnya telah memulangkan 288 objek budaya Indonesia yang berada di Belanda sejak masa kolonial.
“Upaya ini merupakan yang kedua setelah pemulangan sejumlah objek budaya Indonesia dan Sri Lanka pada pertengahan 2023,” tandasmya.