Indonesia Re Dorong Transformasi Digital Lewat IT Days 2024

FAZ • Wednesday, 23 Oct 2024 - 14:11 WIB

JAKARTA - Indonesia Re sukses menyelenggarakan acara IT Days 2024 dengan tema "Digital First DNA Landscape, A Journey of Continuous Growth" yang digelar untuk menyelaraskan inisiatif digital lintas fungsi. Kegiatan ini bertujuan memastikan peran Teknologi Informasi (TI) mendukung pertumbuhan berkelanjutan, sejalan dengan visi transformasi pemerintah. 

Acara IT Days 2024 ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus memperkuat daya saing Indonesia Re di pasar global melalui inisiatif digitalisasi. Fokus acara ini melibatkan berbagai divisi dalam mengembangkan solusi berbasis data analitik, optimalisasi proses bisnis, dan integrasi teknologi yang lebih baik. Inisiatif ini mencakup digitalisasi manajemen klaim, proses finansial, hingga pengelolaan hubungan klien melalui platform digital.

Acara ini juga menjadi ruang diskusi bagi perusahaan BUMN lainnya yang telah sukses melakukan transformasi digital untuk berbagi pengalaman. IT Days Indonesia Re bertujuan mempercepat perjalanan digital perusahaan dengan strategi yang teruji dan relevan sesuai kebutuhan pasar. Diskusi interaktif memperkuat strategi digitalisasi Indonesia Re hingga tahun 2025, guna meningkatkan daya saing perusahaan, mempercepat inovasi, dan memanfaatkan teknologi mutakhir.

Direktur Utama Indonesia Re, Benny Waworuntu, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengambilan keputusan bisnis. 

“Transformasi digital menjadi pilar utama dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan proses bisnis. Ini membantu kita dalam memahami, mengevaluasi, serta mempercepat area-area yang perlu dioptimalkan,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Pengembangan dan TI, Beatrix Santi Anugrah, juga menyampaikan bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun budaya perusahaan yang berpusat pada manusia (people-centric culture).

“Dengan empati dan inklusivitas, kami mendorong inovasi dan memastikan setiap individu di Indonesia Re bisa berkontribusi maksimal,” jelasnya. 

Beatrix menambahkan bahwa dalam lima tahun ke depan, transformasi digital akan menjadi kunci keberhasilan, terutama di sektor BUMN. Melalui inisiatif ini, Indonesia Re siap bersaing di pasar industri dalam dan luar negeri.

“Visi yang jelas dan komunikasi adalah kunci. Kami memastikan transformasi digital selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan, seperti AKHLAK dan budaya perusahaan,” kata Beatrix. 

Tantangan utama dalam manajemen data di industri reasuransi adalah konsistensi, akurasi, aksesibilitas, dan integrasi data. Menurut Beatrix, roadmap satu data mulai diimplementasikan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

“Dengan strategi human-centric, kami bisa menyediakan feedback yang lebih baik, memberdayakan karyawan, dan memastikan solusi digital sesuai kebutuhan bisnis,” tambahnya. 

Sementara itu, Dr. Inggriani Liem, pakar TI, menegaskan bahwa arsitektur data yang scalable penting untuk mengelola pertumbuhan data akibat transformasi digital dan IoT.

“Desain yang scalable adalah kunci bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif,” katanya.

Acara IT Days 2024 mengundang narasumber dari AWS – Amazon, BRI, serta akademisi dari ITB. Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan menciptakan sinergi antar divisi untuk membangun DNA digital yang inovatif dan mendorong pertumbuhan bisnis. Indonesia Re juga memanfaatkan pembelajaran dari kisah sukses transformasi digital BUMN lain, memastikan strategi digitalisasi yang diambil sesuai tantangan tahun 2025.

Hasil diskusi dalam IT Days 2024 akan menjadi dasar dalam menetapkan prioritas digitalisasi Indonesia Re untuk tahun-tahun mendatang, guna meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, dan inovasi berkelanjutan. Indonesia Re berkomitmen menjadikan transformasi digital sebagai bagian dari DNA perusahaan, memastikan setiap aspek operasional mendukung transformasi yang lebih besar di masa depan.