Serangan Israel Kian Brutal, MUI Serukan Umat Muslim Boikot Produk Terkait Israel

AKM • Tuesday, 22 Oct 2024 - 18:52 WIB
Gaza, Palestina Hancur Akibat Serangan Israel (Istimewa)

Jakarta - Serangan Israel ke Palestina terus meningkat dalam intensitas dan kebrutalan. Pada Senin (14/10), jet tempur Israel melancarkan serangan bom di Deir al-Balah, Gaza, menghantam tenda-tenda pengungsi yang terletak di halaman rumah sakit. Serangan tersebut menewaskan empat orang dan melukai 70 lainnya. Video kejadian yang beredar luas di media sosial menunjukkan kehancuran yang disebabkan oleh bom, bahkan beberapa warga terbakar hidup-hidup akibat ledakan tersebut.

Serangan ini terjadi setahun setelah genosida Israel di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan hampir 50.000 orang, mayoritas di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Barbarisme ini mendapatkan kecaman keras dari berbagai pihak, termasuk dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, yang menyebut tindakan Israel sebagai bentuk kebejatan moral dan rusaknya mental pasukan dan pemerintah Israel.

"MUI mengutuk keras serangan tidak manusiawi ini. Ini menunjukkan bahwa rezim Zionis tidak memiliki hati nurani dan moral. Umat Islam harus bersatu dan mendukung perjuangan Palestina," ujar Sudarnoto, dalam keterangan tertulis kepada Media, Jakarta, Selasa ( 22/10).

Disisi lain, Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Muhammad Cholil Nafis, menyerukan agar umat Muslim bersatu dalam upaya memboikot produk-produk dari perusahaan yang diketahui mendukung Israel. 

"Kita harus solid dalam menanggapi kebiadaban Israel, dengan cara memboikot produk yang memiliki keterkaitan dengan perekonomian rezim Zionis. Ini adalah salah satu langkah konkret yang dapat diambil umat Islam dalam membantu saudara-saudara kita di Gaza dan Lebanon," tegas Cholil.

MUI sebelumnya telah mengeluarkan fatwa terkait dukungan terhadap Palestina, yang merekomendasikan umat Muslim untuk semaksimal mungkin menghindari produk yang terafiliasi dengan Israel atau mendukung zionisme.

Disisi lain, Dina Y. Sulaiman, dosen Politik Internasional dari Universitas Padjajaran, menyatakan bahwa diplomasi global dalam menghentikan kebrutalan Israel kerap menemui jalan buntu, terutama karena dukungan dari negara-negara adikuasa. Oleh karena itu, dia melihat boikot sebagai langkah efektif untuk menekan Israel. "Seperti yang terjadi pada rezim apartheid di Afrika Selatan, boikot dapat menjadi senjata ampuh. Ekonomi yang lemah bisa memaksa perubahan rezim," ungkapnya.

Gerakan boikot terhadap Israel semakin meluas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Organisasi seperti BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) Indonesia telah mengidentifikasi sejumlah merek global yang mendukung Israel, seperti HP, Intel, McDonald's, dan Puma, yang menjadi target utama boikot.

Hal senada juga diungkap, Ahmad Himawan, Direktur Eksekutif Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI), menegaskan bahwa langkah boikot ini adalah bentuk solidaritas yang bisa diambil oleh setiap Muslim. 

"Boikot adalah langkah paling mudah yang bisa dilakukan umat Muslim untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina. Apalagi MUI telah mengeluarkan fatwa terkait ini, tidak ada alasan untuk ragu," jelasnya.

Selain produk internasional, boikot juga menyasar produk-produk lokal yang terafiliasi dengan perusahaan yang berbisnis di Israel. Salah satu target utama boikot di Indonesia adalah produk air kemasan AQUA, yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Danone, perusahaan asal Prancis yang tetap beroperasi di Israel. Boikot ini, menurut Giri Ahmad Taufik, Co-Founder BDS Indonesia, adalah langkah penting untuk memberikan tekanan pada perusahaan-perusahaan yang mendukung rezim Zionis.

"Dalam situasi seperti ini, boikot harus diperkuat agar perusahaan-perusahaan yang mendukung Israel bisa merasakan dampaknya," tutup Giri. 

Gerakan boikot diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah global untuk menghentikan kebrutalan Israel dan mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka.