
Jakarta – Universitas Tarumanagara (Untar) sedang gencar melakukan transformasi untuk menjadi World Class University melalui penerapan lima program strategis. Rektor Untar, Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.Kn., M.M., menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya Untar untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas akademik, serta reputasinya di tingkat nasional dan internasional.
"Lima program strategis ini mencakup akademik reputation, rasio faculty position, peningkatan publikasi dan riset, kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri, serta internasionalisasi outlook," ujar Prof. Amad usai pelaksanaan wisuda ke-84 Untar di JCC, Jakarta, Minggu (20/10).
Rektor Untar menjelaskan bahwa program prioritas ini bertujuan untuk memperkuat fondasi akademik Untar agar dapat terus meningkatkan peringkat universitas di level nasional dan internasional. Peringkat yang lebih baik bukanlah tujuan akhir, melainkan dampak dari program-program strategis yang diterapkan secara konsisten.
"Peringkat universitas sebenarnya merupakan hasil dari implementasi lima program prioritas tersebut. Kami ingin memastikan fondasi yang kuat, sehingga grafik peringkat kami terus naik. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan universitas, tetapi juga merupakan hasil kerja sama seluruh civitas akademika, termasuk kolaborasi dengan alumni," katanya.
Prof. Amad juga menjelaskan bahwa sistem pemeringkatan perguruan tinggi yang digunakan saat ini, baik di Asia maupun dunia, adalah QS World University Rankings. Untar terus berusaha memenuhi standar internasional ini untuk memperkuat posisinya di kancah global.
Dalam rangka mewujudkan cita-cita menjadi World Class University, Untar berfokus pada peningkatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Prof. Amad menekankan bahwa penelitian kolaboratif, baik dengan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri, merupakan bagian penting dari proses ini.
"Salah satu pilar utama transformasi kami adalah peningkatan riset kolaboratif, baik dengan institusi luar negeri maupun perguruan tinggi lainnya. Kami terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan layanan Dikti wilayah 3 agar Untar dapat menjalankan kebijakan pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi," jelasnya.
Sementara itu, pada waktu yang sama. Universitas Tarumanagara menggelar wisuda ke-84 yang diikuti oleh 869 lulusan dari program sarjana, magister, dan doktoral. Prosesi wisuda ini menjadi simbol akhir perjalanan akademik mahasiswa dan diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi mereka dalam mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.
"Event wisuda ini menjadi momentum penting untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi di masyarakat. Kami akan terus konsisten dalam menciptakan SDM berkualitas melalui pendidikan yang inovatif dan berstandar internasional," ujar Prof. Amad.
Dengan fokus pada program-program strategis ini, Untar optimis dapat mencapai cita-cita menjadi universitas kelas dunia, sembari terus berinovasi untuk memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.