
Jakarta– Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar serah terima jabatan (sertijab) dan acara pisah sambut antara Menteri Nadiem Anwar Makarim dan tiga menteri baru dalam Kabinet Merah Putih: Abdul Mu'ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah), Satryo Soemantri Brodjonegoro (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), dan Fadli Zon (Menteri Kebudayaan). Acara berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Kompleks Kemendikbudristek, Jakarta, pada Senin (21/10).
Dalam sambutannya, Nadiem Makarim mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak selama masa jabatannya. Ia menyoroti kebijakan Merdeka Belajar, yang sejak diluncurkan pada tahun 2020 telah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, berfokus pada penguatan karakter dan nilai kebinekaan.
Nadiem juga menekankan upaya memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mencapai target pendidikan.
"Dalam bidang kebudayaan, sangat penting menjaga kekayaan budaya Indonesia dan memanfaatkan potensi tersebut sebagai penggerak ekonomi," kata Nadiem.
Lebih lanjut, Nadiem mengapresiasi kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam mengatasi tantangan pendidikan selama pandemi Covid-19.
“Kami berharap kebijakan-kebijakan yang sudah baik dapat dilanjutkan ke depan,” ujarnya.
Acara ini juga menandai awal baru bagi Kemendikbudristek, yang kini terpisah menjadi tiga kementerian. Nadiem optimis bahwa sektor pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi akan terus berkembang di bawah kepemimpinan baru.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan apresiasi kepada Nadiem Makarim dan jajaran Kemendikbudristek yang telah bekerja keras untuk memajukan pendidikan nasional melalui berbagai gagasannya.
“Kita akan melestarikan dan menjaga hal-hal baik yang sudah ada selama ini dan menggagas hal baru untuk kemajuan pendidikan nasional pada masa mendatang. Saya sangat berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh keluarga besar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, karena ini adalah kementerian yang sangat strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, menyatakan untuk segera mulai bekerja.
“Pendidikan tidak boleh terganggu dengan adanya perubahan yang menyebabkan stagnansi. Kita akan terus bekerja, sembari melakukan perbaikan, karena pendidikan adalah proses yang terus berjalan. Kepada rekan-rekan di pendidikan tinggi, riset, dan teknologi, kita harus mempersiapkan pembelajaran untuk masa depan yang tidak pasti dan tidak menentu,” ucap Satryo.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyoroti bahwa ini adalah kali pertama Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai kementerian sendiri, sehingga dapat lebih fokus untuk mengurus kebudayaan Indonesia yang sangat kaya. Ia berpesan,
"Kita harus menjadikan budaya ini sebagai treasure, sebagai kekayaan nasional kita. Dengan ini, mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi ibu kota budaya dunia,” imbuhnya.
Momen ini menjadi tanda bagi perubahan dan harapan baru dalam pembangunan pendidikan dan kebudayaan Indonesia ke depan.