
Google baru-baru ini umumkan 155 developer Indonesia yang telah menyelesaikan program pelatihan Google Play x Unity secara intensif dan lulus ujian sebagai Unity-Certied Associate. Tahun ada tiga jalur spesialisasi yang disediakan, yaitu Game Developer, Programmer, dan Artist.
Sebanyak 330 diantaranya berhasil menyelesaikan kurikulum, sementara 155 peserta menerima sertikat bergengsi sebagai Unity Associate. Program pelatihan Google Play x Unity bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para peserta dan mendorong tumbuhnya komunitas developer perempuan. Dan tahun ini, 15 perempuan berhasil meraih sertifikasi, bahkan tiga di antaranya menjadi top scorer.
Mari berkenalan dengan perempuan-perempuan hebat ini! Mereka adalah Vanessa Felicia dan Anggina Primanita dari jalur pembelajaran Game Developer, serta Cindia Dwi Kusuma dari jalur pembelajaran Artist. Mereka juga sudah meraih gelar bergengsi Unity-Certi ed Associate.

Vanessa Felicia, 20, Kepulauan Riau
“Mengikuti program Google Play x Unity merupakan kesempatan besar bagi saya, karena passion saya pada game development menemukan wadah yang tepat. Mendapatkan top score adalah bonus tidak terduga,” ujar Vanessa, mahasiswa semester 5 di Universitas Internasional Batam. “Ke depannya, selain membuat studio game saya sendiri, saya juga membuka kemungkinan bekerja di studio besar seperti Bandai Namco di Jepang.”

Cindia Dwi Kusuma, 18, Bondowoso
Top scorer ini sedang menempuh studinya di SMKN 1 Tapen, Bondowoso.. "Game design selalu menarik bagi saya dan jalur Artist menjadi pilihan saya," jelas Cindia. "Saya ingin membuktikan bahwa developer perempuan bisa berkontribusi nyata di industri game. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga serti kasi yang mengakui kemampuan saya. Selain itu, dukungan percepatan gim di SMK saya menunjukkan komitmen pengembangan bakat di bidang game."

Anggina Primanita, 35, Palembang
Anggina merupakan seorang ibu dengan dua orang anak dan dosen game programming di Universitas Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan. Dia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung bagi perempuan di bidang game. "Selama tiga tahun saya mengajar, kelas game programming masih didominasi laki-laki. Padahal, saya yakin tidak sedikit perempuan memiliki passion dan kemampuan yang sama," ungkap Anggina. “Inisiatif seperti program Google Play x Unity akan sangat membantu untuk bisa berkomunitas, mempertemukan ketertarikan yang sama tanpa harus memandang laki-laki atau perempuan.” (*ITK/R)