Debat Perdana Pilgub Jatim, ini Kata Hendri Satrio

MUS • Saturday, 19 Oct 2024 - 06:44 WIB

Debat Perdana Pilgub Jatim, ini Analisa Hendri Satrio

Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio (Hensa) memberikan tanggapannya terkait dengan penampilan masing-masing calon gubernur Jawa Timur di debat perdana Pilgub Jatim 2024.

Menurutnya, banyak kejutan yang muncul saat debat tersebut. Salah satunya adalah penampilan Luluk Nur Hamidah yang dinilai bisa mengimbangi Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini meski elektabilitasnya saat ini berada di posisi bawah.

"Penampilan Luluk sangat mengejutkan, bahkan bisa mengimbangi Khofifah dan Risma, karena sampai debat ini elektabilitasnya dan popularitas Luluk paling tertinggal," kata Hensa kepada wartawan.

Hensa menilai, Luluk cukup tampil lepas pada debat perdana tersebut. Hal itu terlihat dari cara Luluk yang menjanjikan warga Jawa Timur tak ada lagi yang menganggur jika ia terpilih sebagai gubernur.

"Luluk tampil lepas malam itu, bahkan ia menjanjikan warga Jatim tak ada yang menganggur, semuanya bekerja," kata Hensa.

Selain itu, Hensa menilai Khofifah terlihat tampil lebih leluasa karena posisinya saat ini sebagai petahana.

"Khofifah lebih banyak memberikan masukan terhadap program yang ia akan lanjutkan serta bicara keberhasilan selama pemerintahannya bersama Emil Dardak," kata Hensa.

Sementara itu, Hensa berpendapat Risma seperti belum panas pada saat awal-awal debat. Ia baru terlihat aslinya setelah akhir-akhir acara.

"Risma tampil telat panas, walaupun jelang closing terlihat karakter aslinya yang ceplas-ceplos, santai, bicara apa adanya, ia tampil dengan busana muslimat yang cukup menarik perhatian tentunya bagi warga muslimat di Jawa Timur," ujar Hensa.

Hensa mengatakan, kesimpulannya penampilan ketiga calon gubernur Jawa Timur itu sangat luar biasa.

Namun, ia juga menyoroti penampilan para wakil gubernur yang juga turut membantu para gubernur selama debat berlangsung.

Ketiga calon wakil gubernur ini, kata Hensa, justru lebih tampil apa adanya dalam mendukung program-program yang disampaikan oleh para "srikandi" calon gubernur tersebut.

"Para wakil gubernur juga tak kalah kinclong, kehadiran Gus Hans, Emil Dardak, juga Luqmanul patut disorot," kata Hensa.

"Luqman ini terutama, justru memberikan warna yang membuat debat lebih memiliki arti dan makna," pungkasnya.