Kyai Slamet, Maskot Peparnas Solo Lambang Keselamatan

MUS • Sunday, 13 Oct 2024 - 09:40 WIB

Solo - Di semua sudut Kota Solo, dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII tahun 2024 ini bertebar spanduk, videotron, hingga sosok patung yang menjadi maskot ajang olah raga 4 tahunan kaum disabilitas ini.

Ya, itu Kyai Slamet, sosok kerbau albino, yang menjadi hewan milik Keraton Surakarta. Kerbau yang biasa warga Solo menyebut dengan kebo bule ini memiliki cerita seiring berdirinya Keraton Surakarta tahun 1745.

Menurut Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Koes Moertiyah, Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, kebo bule didapat saat Sinuhun Pakubuwono II, penguasa Keraton Surakarta, berkunjung ke Ponorogo, Jawa Timur.

"Sesuai cacatan Babad Keraton, kerbau itu dijadikan patokan untuk menjadi lokasi saat akan dibangun Keraton Surakarta," ujar salah satu Putra Pabukuwon XII ini.

Dari sekian lokasi, kebo bule itu berkubang di area rawa-rawa cukup, dan diyakini, itulah lokasi yang tepat untuk membangun kraton. Lokasi di wilayah Solo inilah yang hingga kini Keraton berdiri yang usianya sudah 2 abad lebih. 

"Karena telah memberi keselamatan, maka kebo bule itu dinamai Kyai Slamet," ujar Gusti Mung, panggilan akrab GKR Koes Murtiyah.

Sosok Kyai Slamet telah eksis secara turun-temurun, mungkin ratusan generasi, dan kini dipelihara beberapa srati (pawang) dan dianggap keramat.

Ada 12 ekor yang beraa di kandang khusus Alun-alun Kidul. Dalam beberapa acara adat, seperti upacara malam 1 Syuro atau 1 Muharram, Kyai Slamet beserta kerbau-kerbau lainnya berada paing depan (cucuk lampah) saat kirab pergantian tahun.

Saat hari-hari biasa, semua warga bisa melihat 12 kebo bule, bahkan kotoran Kyai Slamet oleh sebagian masyarakat dicari dan dipercaya bisa menyembuhkan sakit. Namun, pengunjung diharapkan tidak memberi makanan dari luar, untuk mencegah salah makan binatang langka ini.

Namun, Gusti Mung mengingatkan, sebaiknya sebelum pelaksanaan Peparnas XVI, Panitia Pelaksana atau pihak Pemkot Solo meminta izin terlebih dahulu. "Kan binatang itu milik Keraton," ujarnya.

Pelaksanaan Peparnas XVII di Solo kini masuk hari terakhir dan Minggu malam besok akan ada Closing Ceemony di Stadion Manahan. Hampir semua rencana bisa berjalan lancar, mungkin filosofi semangat keselamatan dari Kyai Slamet, menular ke semua pihak yang terlibat. (SET)