
Solo - Wajah semringah terus terpancar usai ganda campuran Yulianto/Sudartatik meraih emas dalam cabang para bulutangkis kategori WH1 WH2 (pengguna kursi roda) dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Tahun 2024 di Edutorium UMS, Solo, Jawa Tengah.
Yulianto mengaku bangga, karena bisa mempersempahkan medai emas untuk kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta. Ternyata pria berusia 50 tahun ini sudah pernah ikut ajang Peparnas sebanyak 4 kali.
"Mulai Peparnas di Riau tahun 2012 saya sudah ikut. Di Jawa Barat tahun 2016 dan di Papua tahun 2021, alhamdulillah masih dipercaya NPC Jogja," ujar Yuli.
Saat Peparnas di Papua, dia mempersembahkan medali perak. Sudartatik, sebagai pasangannya di ganda campuran, sudah bemain bersama Yuli dalam 3 kali ajang even untuk kaum disabilitas ini.
Yuli mengapresiasi perhatian Pemerintah DIY yang terus memberi dukungan masimal untuk atlet difabel, sehingga bisa berprestasi lebih tinggi.
Untuk penyelenggaraan Peparnas kali ini, Yuli mengacungi jempol, apalagi venue untuk cabor para bulutangkis di Edutorium UMS ini berkelas dunia.
"Boleh dibilang, ini sudah setara dengan venue standar (BWF) Badminton World Federation." puji Yuli.
Hingga hari kelima Peparnas, Kotingen DIY berada di peringkat 11, dengan perolehan 8 emas, 8 perak dan 11 perunggu. Salah satu medali emasnya disumbangkan Yulianto/Sudartatik. (SET)