PEPARNAS XVII 2024 Jadi Standar Baru Multievent Disabilitas Asia Tenggara

MUS • Tuesday, 8 Oct 2024 - 19:40 WIB
Foto: Media Center Peparnas 2024

Solo – Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation (APSF) Wandee Tosuwan merasa terkesan dengan penyelenggaraan Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Solo 2024. Ia menganggap event empat tahunan di Indonesia ini bisa menjadi standar baru bagi multievent disabilitas Asia Tenggara.

Wanita asal Thailand itu takjub dengan berbagai perkembangan positif yang terlihat dalam PEPARNAS XVII ini. Sebab, diakuinya ada banyak progres signifikan yang terjadi sejak terakhir kali ia berkunjung di Kota Solo pada perhelatan ASEAN Para Games edisi ke-11 pada 2022 silam.

"Saya merasa sangat terkesan dengan persiapan semua panitia penyelenggara untuk menggelar PEPARNAS XVII. Hanya berjarak dua tahun sejak ASEAN Para Games 2022, saya bisa melihat perubahan positif yang sangat signifikan," kata Wandee Tosuwan di Media Center PEPARNAS XVII, Selasa (8/9/2024). 

Ia berharap, ajang PEPARNAS XVII menjadi percontohan bagi negara-negara lain di Asia Tenggara yang hendak menggelar ajang multievent olahraga disabilitas. Apalagi, selama ini, kerja sama antarnegara di regional ini sudah bekerja sama dengan baik untuk memajukan olahraga Paralimpiade.

"Jadi, saya berharap ini menjadi standar baru di level internasional untuk mempersiapkan ajang-ajang Paralimpiade. Dunia akan melihat bagaimana kolaborasi bagus yang sudah terjalin antarnegara ASEAN dan Indonesia bisa pusat dari olahraga Paralimpiade,” ujarnya.

Kemegahan Upacara Pembukaan

Titik awal dari ketakjubannya muncul saat menghadiri secara langsung agenda Upacara Pembukaan PEPARNAS XVII yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Minggu (6/10/2024).

Lagi-lagi, Tosuwan mengaku dapat suguhan pertunjukan yang fantastis. Upacara Pembukaan menjadi salah satu pengalaman menariknya selama berkunjung di Kota Solo.

“Upacara Pembukaan kemarin juga tidak bersifat lokal atau nasional, tapi menurut saya ini levelnya sudah seperti Upacara Pembukaan internasional. Tak hanya lighting dan sound system-nya, semua yang disajikan di acara tersebut sangat menakjubkan,” ungkap Tosuwan.

“Ini sangat berbeda jauh dengan ekspektasi saya. Itulah mengapa saya ingin mengucapkan terima kasih untuk Pak Senny Marbun (Presiden NPC Indonesia) yang sudah mengundang saya untuk menyaksikannya secara langsung,” lanjutnya.

Perwira militer Thailand berpangkat Kolonel Senior itu menyampaikan, persiapan penyelenggara untuk menghelat upacara yang dikemas secara meriah ini menjadi pesan kepada dunia internasional bahwa PEPARNAS XVII sangat menjunjung tinggi para penyandang disabilitas.

"Saya yakin bahwa Presiden APSF, Osoth Bhavilai, akan datang saat Upacara Penutupan PEPARNAS XVII nanti. Jadi, dari hal-hal yang sudah saya lihat ini, event PEPARNAS telah memenuhi standar-standar internasional,” tutur Tosuwan.

Media Center Kelas Internasional

Tosuwan juga mengapresiasi berbagai fasilitas yang tersedia di Media Center PEPARNAS XVII Solo 2024 yang bertempat di The Royal Surakarta Heritage, Solo. Ia menyebut, kelengkapan fasilitas ini bisa membuat kerja-kerja awak media yang bertugas melakukan peliputan lebih optimal.

“Karena saya sudah pernah ke Indonesia untuk ASEAN Para Games ke-11 pada 2022 lalu, saya tidak menduga bakal ada media center yang sangat mewah seperti ini. Ini tidak seperti media center yang biasanya dikunjungi wartawan,” katanya.

Saat berkunjung ke Media Center PEPARNAS XVII, Tosuwan memang sempat diajak untuk berkeliling. Dia menyaksikan langsung berbagai kelengkapan untuk menunjang kinerja awak media seperti komputer, jaringan internet, kursi pijat, hingga konsumsi.

Menurut Tosuwan, berbagai kelengkapan fasilitas ini bisa membuat kerja para jurnalis lebih nyaman. Dia juga mendukung peliputan para awak media agar gaung pemberitaan PEPARNAS XVII ini lebih masif dan menjangkau seluruh masyarakat.

“Jadi, terima kasih kepada pihak penyelenggara yang sudah menyediakan media center ini. Ini sangat penting. Sebab, informasi-informasi yang berkaitan dengan PEPARNAS akan lebih baik karena kerja-kerja awak media,” jelasnya memungkasi. (SET)