
Solo - Kota Solo sebagai pusat wisata kuliner membuat betah ofisial yang mengawal para atlet pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) XVII Solo 2024. Salah satu destinasi paling menarik adalah keberadaan wedangan atau angkringan di sekitar venue sejak kemarin.
Wedangan menjadi penjaja kuliner lokal Solo yang paling mudah ditemui di sekitar venue PEPARNAS XVII. Salah satu wedangan yang ramai diserbu para ofisial PEPARNAS XVII adalah wedangan milik Ngatiman yang berada di depan Stadion Sriwedari Solo.
Stadion bersejarah di Solo ini paling ramai diantara venue-venue lain karena menjadi tempat bertandingnya cabang olahraga para atletik PEPARNAS XVII. Pada ajang ini, para atletik diikuti 658 atlet dari 35 kontingen atau menjadi yang terbanyak di antara cabor lainnya.
Salah satu ofisial yang rutin datang ke wedangan milik Ngatiman adalah Agus Susilo dari kontingen Jawa Timur. Wedangan ini menjadi tempat untuk melepas penat sekaligus momen bertemunya para ofisial dari puluhan kontingen dalam suasana yang lebih santai.
"Sangat membantu ofisial dari semua kontingen. Saya lihat tadi ada dari luar Jawa, Papua, ngopi-ngopi di sini. Cukup membantu kita untuk refreshing selesai berkegiatan," kata Agus Susilo.
Wedangan menjadi tempat yang menarik karena harganya ramah di kantong. Biasanya, Agus bersama rekan-rekannya membicarakan strategi atlet hingga persiapan menuju hari berikutnya.
"Sejak event ini digelar sampai hari ini ke wedangan karena terbiasa. Sampai malam ngopi di sini koordinasi buat hari selanjutnya. Wedangan di sini harganya murah ramah di kantong, kopi ada yang Rp3.000, nasi kucing Rp3.000 sudah bikin kenyang,” paparnya.
Perekonomian Makin Tumbuh
Dilibatkannya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti wedangan ini menjadi angin segar bagi perekonomian Solo sebagai tuan rumah.
“Harusnya memang seperti ini, event olahraga harus merangkul UMKM, karena kan setiap event berkaitan dengan semua lini, transportasi, konsumsi. Saya lihat sepanjang jalan semua penuh pedagang, otomatis rezeki semua merata, PEPARNAS membantu UMKM,” terangnya.
Agus berharap PEPARNAS dapat terus menjadi wadah untuk para atlet penyandang disabilitas berprestasi. “Harapan, untuk terus memajukan PEPARNAS karena ini event saudara kita yang disabilitas, saya gembira bisa terlibat dalam event ini,” tukas Agus.
Selain Agus, salah seorang ofisial kontingen Jawa Barat, Rohim juga kerap datang ke wedangan venue atletik Stadion Sriwedari ini. Suasana yang sejuk dengan kelezatan hidangan yang dijajakan menjadi alasannya.
"Enak, asik tempatnya sejuk, membantu ofisial istirahat, santai sejenak menikmati kopi cemilan gorengan. Wedangan ini cukup membantu dengan suasana perlombaan yang begitu ramai dan sangat megah di Solo. Punya ciri khas makanannya enak. Makanan favorit saya di sini risol, gurih,” ujar Rohim.
Omzet Wedangan Melesat
Wedangan tersebut bukan sekadar membantu para ofisial PEPARNAS XVII dalam melepas penat. Bagi para penjaja kuliner, termasuk Ngatiman, PEPARNAS XVII membuat omzet melesat.
Jika pada hari-hari sebelumnya, Ngatiman mengantongi Rp250 ribu, kini ia bisa mengantongi omzet Rp 1.750.000 saat pergelaran PEPARNAS XVII 2024 yang berlangsung setiap harinya.
"Ada gorengan, nasi kucing, kopi. Kalkulasi pendapatan tujuh kali lipat dari biasanya. Hasilnya positif sangat membantu pedagang seperti saya," terang Ngatiman.
"Saya sering berjualan dalam event-event di Solo, dan baru kali ini diperbolehkan di kawasan Stadion Sriwedari. Hasilnya juga lebih bagus dari hari-hari biasa,” terangnya.
Selama perhelatan PEPARNAS XVII, Ngatiman berjualan sejak pagi pukul 07.00 hingga pukul 18.30 malam hari. Bahkan sebelum tutup, dagangan miliknya sering ludes diserbu pembeli yang kebanyakan dari ofisial kontingen dan masyarakat umum yang hadir langsung di lokasi.
Ngatiman berharap Solo dapat kembali menjadi tuan rumah PEPARNAS. Termasuk dalam hal dilibatkannya pedagang kecil di event berskala nasional serupa.
"Harapannya ada event nasional dan pedagang seperti saya dapat fasilitas untuk berjualan. Alhamdulillah senang lancar jualannya," jelas Ngatiman. (SET)