
Jakarta – Pendidikan vokasi terus menunjukkan peran strategis dalam menggerakkan inovasi di industri fesyen, terbukti dengan keikutsertaannya dalam Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) untuk tahun ketiga berturut-turut. Pada JMFW 2025, 12 satuan pendidikan vokasi akan mempersembahkan 72 karya busana dalam Parade “Mahakarya Vokasi Adibusana”.
Karya-karya dari desainer muda ini mencerminkan kolaborasi, kreativitas, dan keahlian dalam mengembangkan modest fashion di Indonesia. Mengusung tema "Mark-Ink", setiap satuan pendidikan vokasi akan menampilkan karya yang memadukan tradisi dengan inovasi, menciptakan jejak Indonesia dalam fesyen internasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Saryadi, menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam industri fesyen.
"Keikutsertaan kami di JMFW adalah bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mendukung kreativitas dan keterampilan praktis yang relevan dengan tuntutan industri," ujar Saryadi dalam diskusi media TEI dan JMFW di Jakarta, Jumat (4/10).
Dari gelaran JMFW sebelumnya, lebih dari 30 kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dan industri fesyen telah terjalin, mencakup berbagai bentuk kolaborasi seperti penyusunan kurikulum dan pelatihan.
Direktur Kemitraan Kemendikbudristek, Adi Nuryanto, menjelaskan bahwa pengalaman ini sangat berharga bagi peserta didik.
"Kerja sama tersebut bentuknya beragam, bukan hanya berupa produk, tetapi juga di berbagai aktivitas, seperti penyusunan kurikulum, praktisi industri yang mengajar, pelatihan, dan lain sebagainya,” tutur Adi.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Merry Maryati menilai JMFW sebagai platform yang mempertemukan kreativitas lokal dengan visi global, mengarahkan modest fashion Indonesia ke kancah dunia.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah Indonesia, desainer lokal, dan pemangku kepentingan internasional, JMFW hadir sebagai wujud nyata upaya membawa modest fashion Indonesia ke kancah dunia. Bukan hanya sekadar peragaan busana, melainkan sebuah gerakan menuju masa depan fesyen dengan desain yang berkelanjutan, stylish, dan inovatif,” imbuhnya.
Parade vokasi akan berlangsung pada Sabtu, 12 Oktober di ICE BSD, Tangerang, menampilkan koleksi yang bukan hanya sekadar fesyen, tetapi juga pernyataan keberlanjutan dan inovasi desain. Salah satu koleksi, “Sandstorm” dari SMKN 1 Salatiga, terinspirasi oleh fesyen futuristik dengan nuansa gurun.
Berikut daftar 12 satuan pendidikan vokasi yang berpartisipasi dalam Parade Mahakarya Vokasi Adibusana:
1. Lupiya Patchwork - SMKN 1 Bintan Timur
2. Mengharu Biru - SMK Negeri 1 Pelaihari
3. Sarang Laba-Laba - SMKN 1 Pringapus
4. Sandstorm - SMKN 1 Salatiga
5. Frame - SMK Negeri 1 Tengaran
6. Better on Saturn - SMKN 1 Turen
7. Estilo Gypsy - SMKN 2 Temanggung
8. Simfoni Manokwari - SMK Negeri 3 Manokwari
9. Kanas Sarigading - SMKN 4 Banjarmasin
10. Kato Nan Ampek - SMKN 6 Padang
11. Refulgent - Institut Seni Indonesia Yogyakarta
12. Military Soul - SMK Negeri 3 Cimahi
Dengan berbagai inovasi yang ditampilkan, JMFW 2025 diharapkan dapat mempromosikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.