
Genre: musical psychological thriller
Sutradara: Todd Phillips
Pemeran: Joaquin Phoenix, Lady Gaga
Durasi: 2 jam 19 menit
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia termasuk IMAX: 2 Oktober 2024
Joker: Folie À Deux mengajak penonton kembali ke cerita Arthur Fleck, yang dimainkan makin meyakinkan oleh aktor Joaquin Phoenix.
Digambarkan sangat menderita, murung, dan kurus, Arthur telah dipenjara di Arkham, setelah beberapa tahun lalu merenggut 5 atau 6 nyawa, salah satunya bahkan dilaksanakan di siaran langsung televisi nasional.
Dia dianggap tak lagi ceria dengan lelucon khas. Arthur tengah menunggu persidangan atas kejahatannya sebagai Joker. Pengacaranya ingin supaya Arthur mengaku mengalami kesehatan mental dan kepribadian ganda.
Dengan begitu, pasien kejiwaan tak akan bisa terjerat hukum. Saat berjuang dengan identitas gandanya, Arthur menemukan cinta sejati, dia bertemu sesama penghuni institusi kejiwaan bernama Lee Quinzel yang diperankan Lady Gaga.
Mengingatkan pada pasangan Joker versi komik, Harley Quinn, Lee mewarnai kehidupan Arthur bahkan mengembalikan sosok Joker.
Antusiasme Arthur perlahan pulih, dia makin terlihat bersemangat dengan lebih banyak tawa dan senyuman, lengkap dengan dandanan Joker serta nyanyian yang dilantunkannya.
Suasana batin Joker ketika jatuh cinta dengan Lee, sangatlah pas dengan lirik lagu For Once in My Life, yang pernah dipopulerkan Frank Sinatra.
For once in my life I have someone who needs me
Someone I've needed so long
For once unafraid I can go where life leads me and somehow I know I'll be strong
Arthur yang ditindas sejak kecil, diremehkan, di-bully, seolah-olah tidak dibutuhkan bahkan oleh keluarganya sendiri, menerima kekerasan dari banyak pihak, sampai dipenjara pun masih menerima kekerasan dari para petugas, tidak punya teman, sehingga mengalami kondisi kejiwaan tertentu, untuk pertama kalinya bertemu orang yang menginginkan dirinya.
Setelahnya, penonton memasuki fase fantasi dan realita antara Joker - Arthur. Joker yang diimajinasikan Arthur, kerap muncul sebagai sosok ceria dengan make up full ala badut.
Sementara Arthur digambarkan depresif dan hampir menyerah dengan kehidupan, namun tiba-tiba merasa penting untuk selalu bersama kekasihnya Lee.
Setting Joker yang tampil glamor di studio televisi sesuai khayalan Arthur, menjadi kontras dengan realita Arthur sebagai tersangka di meja hijau.
Namun, lama kelamaan Joker pun bisa hadir di ruang sidang dan semua khalayan dan realita seolah menyatu seiring tekad Arthur supaya bebas dan bisa menemui Lee.
Menjadi Musikal
Mengiringi kisah tersebut, rangkaian lagu hadir bertubi-tubi dari Joker maupun Lee, menjadikan Joker: Folie À Deux sebagai musikal yang tak biasanya memberikan rasa sukacita, sebaliknya terasa depresif dan menyedihkan.
Pemeran utama Joaquin Phenix bercerita proses di balik layar Joker: Folie À Deux sehingga menjadi musikal.
“Di film pertama, kami menemukan momen-momen dalam cara Arthur dan Joker bergerak di dunia yang terasa musikal, anehnya anggun, dalam beberapa hal—semacam ritme yang memotivasi gerakannya. Ada nostalgia terhadap musik yang ia dengarkan, musik di kepalanya, yang terus kami temukan semakin banyak saat kami syuting,” terangnya.
Sementara Lady Gaga yang baru bergabung juga menjadi daya tarik sebagai partner bernyanyi sekaligus berakting Joaquin.
Gaga menyatakan, “Salah satu lagu favorit saya di seluruh film yang saya buat adalah ‘Close to You,’ dan itu karena di momen yang sangat, sangat menegangkan antara mereka berdua—yang kami temukan setelah berkali-kali syuting adegan ini—ada sesuatu yang agak lucu tentang keberanian Lee untuk melakukan apa pun agar dekat dengan Joker."
Sedangkan sutradara, penulis, sekaligus produser Todd Phillips menjelaskan kesuksesan Joker tahun 2019, yang menjadi cermin bagi masyarakat.
“Dalam film pertama, Arthur berkata, ‘Apakah hanya saya atau keadaan di luar sana semakin gila?’, yang merupakan awal dari film pertama. Dan saya pikir, jika Anda menontonnya, Anda akan berkata, ‘Tidak, bukan hanya Anda.’ Dan dalam film ini, saya tahu bahwa karakter tidak mengatakannya dengan lantang, tetapi kami berpikir, ‘Yang dibutuhkan dunia saat ini adalah cinta.’ Dan itu adalah titik awal untuk menulis skenarionya,” jelas Phillips.
Dengan adegan yang didominasi argumen sisi ketakwarasan Arthur Fleck, Joker: Folie À Deux sukses membuat galau dalam menikmati sensasi musikal terkait kesehatan mental.