Series Kuliah Pakar Fisioterapi, Poltekkes Kemenkes Jakarta III Hadirkan Profesor Universitas Yordania

AKM • Wednesday, 2 Oct 2024 - 18:02 WIB
Prodi Sarjana Terapan Fisioterapi Mengadakan Series Kuliah Pakar Ketiga (Istimewa)

Jakarta - Prodi Sarjana Terapan Fisioterapi kembali mengadakan series kuliah pakar ketiga dengan menghadirkan  Prof. Alia A. Alghwiri yang merupakan President of Jordanian Physiotherapy Society, full Professor di University of Jordan, dan Adjunct Professor di Univesity of Pittsburgh sebagai narasumber. 

Selian, Prof. Alia A. Alghwiri turut hadir dalam  acara ini  Ketua Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Fisio Mohammad Ali, Ftr., M.Kes dan Kaprodi Sarjana Terapan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Zahra Sativani, S.Tr.Ftr., M.Kes

Dalam sambutannya, Fisio Mohammad Ali menyampaikan bahwa Vestibula Rehabilitation merupakan topik yang sangat jarang disampaikan dalam banyak seminar, kuliah pakar, maupun workshop.

"Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III sangat mengapresiasi kunjungan dan berdiskusi lebih dalam dengan pakarnya, semoga kegiatan ini bisa berlanjut dengan banyak potensi kegiatan kolaborasi antar instansi untuk ke depannya," ujar M. Ali, Jakarta, Rabu (02/10/2024) 

Sementara itu, Zahra Sativani, S.Tr.Ftr., M.Kes menambahkan bahwa kegiatan kuliah pakar ini menjadi bentuk komitmen dalam menunjang visi keilmuan Jurusan Fisioterapi. 

"Sehingga peran Fisioterapi, terutama di Poltekkes Kemenkes Jakarta III, berdampak besar dalam pengembangan keilmuan antar instansi baik dalam pengembangan pembelajaran maupun kolaborasi riset, terutama pada bidang Vestibular Rehabilitation yang masih sangat jarang diteliti baik di Indonesia ataupun bahkan di dunia," jelas Zahra.

Disisi lain, sebagai pembicara  Prof. Alia membawakan topik yang berjudul Vestibular Rehabilitation in Physiotherapy Perspective beliau menyampaikan Vestibular merupakan salah satu komponen penting yang harus seorang Fisioterapi dalam tangani pasien.

 “Vestibular merupakan salah satu komponen penting yang harus diketahui oleh seorang Fisioterapi dalam penanganan pasien”, ujar Prof. Alia A. Alghwiri.

Penyampaian materi yang diberikan oleh narasumber dimulai dengan memberikan pengertian mengenai apa itu vestibular di dalam sistem tubuh manusia seperti dimana letaknya dan apa fungsi dari vestibular. 

Gangguan yang muncul pada area vestibular yang paling banyak dikenal adalah vertigo namun ada beberapa gangguan lain seperti Vestibular Neuritis, Labyrinthis, dan Meniere’s Disease. 

Orang – orang yang memiliki gangguan vestibular, umumnya memiliki ketakutan untuk menaiki tangga atau elevator karena akan menimbulkan keluhan.

“Gangguan Benign Paroxymal al Positional Vertigo (BPPV) atau yang sering disebut dengan Vertigo merupakan kondisi dimana seseorang merasa lingkungan sekitarnya atau dirinya berputar – putar,”  ungkap Prof. Alia A. Alghwiri.

Vertigo dapat dibagi menjadi dua kategori dilihat dari sisi anatomi dan fisiologinya yaitu masalah vertigo perifer (tepi) dan vertigo central (pusat). 

“Gejala yang sering muncul pada vertigo perifer yaitu pusing ketika berpindah posisi, kehilangan indra pendengaran, tinnitus atau adanya suara pada telinga ketika suasana sunyi, masalah keseimbangan, munculnya pergerakan mata tidak disadari atau biasa disebut nistagmus,” tuturnya.

Sedangkan, gejala yang muncul pada vertigo central seperti nistagmus vertical yang merupakan salah satu ciri pasti dari permasalahan vertigo central, salah satu kelopak mata turun (Ptosis), perubahan ukuran pada pupil, kesulitan untuk menelan, perasaan ingin jatuh, perubahan respon sensasi, dan munculnya gerakan klonus serta positif babinski. 

Kesimpulan besar dari semua gejala yang muncul dapat menonaktifkan keseimbangan tubuh manusia.  Vertigo tipe sentral lebih berbahaya daripada vertigo tipe perifer. 

“Banyak fisioterapis yang hanya mengecek leher pasien ketika mereka mengatakan mereka pusing, namun pengecekan pada sistem vestibular sendiri penting untuk dilakukan,” tambah Prof. Alia A. Alghwiri.

Penggunaan Vestibular Rehabilitation dapat mengurangi gejala yang dialami oleh seseorang dengan gangguan vestibular seperti gangguan keseimbangan saat berjalan, pusing, pengurangan resiko jatuh, koordinasi untuk bergerak, dan mengurangi gerakan involunteer yang muncul.

Series Kuliah Pakar ini adalah bentuk komitmen Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta III untuk mencapai visi keilmuan yaitu “Menghasilkan lulusan fisioterapi profesional dan unggul dalam penguasaan IPTEK Fisioterapi dalam bidang kesehatan otak yang berdaya saing global.”