
Jakarta – Pada tanggal 23 Agustus 2024, kegiatan pelatihan ekspor dan korespondensi bisnis dalam bahasa Inggris bagi UMKM Kota Jakarta dilaksanakan di Ruang Pelatihan dan Klinik IKM Walikota Jakarta Barat, Kebon Jeruk. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan UMKM melalui strategi ekspor dan korespondensi internasional, guna mendorong produk-produk lokal agar mampu menembus pasar internasional. Kegiatan ini dibiayai oleh Hibah DIKTI 2024 dan merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh para pelaku UMKM binaan Asosiasi Pengusaha Inovatif Kreatif (APIK) serta peserta dari program Jakpreneur, dengan dukungan penuh dari Pusat Pengembangan Kewirausahaan, Koperasi, dan UMKM (PPkukm) Jakarta Barat. Beberapa dosen dan pakar yang turut menjadi narasumber dalam acara ini antara lain:
1. Lutfi Alhazami, Dosen Universitas Dian Nusantara, memberikan materi tentang Business Model Canvas. Beliau menjelaskan, "Dengan memahami Business Model Canvas, para pelaku UMKM dapat lebih terstruktur dalam merancang strategi bisnis mereka, mencakup aspek kunci seperti nilai produk, saluran distribusi, serta hubungan dengan pelanggan.”
2. Muhamad Al Faruq Abdullah, Dosen Universitas Dian Nusantara, membawakan materi tentang Pemasaran Internasional. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan, "Memasuki pasar global bukan hanya tentang mengekspor produk, tetapi juga memahami tren konsumen internasional, peraturan perdagangan, dan bagaimana membangun brand yang dapat bersaing di luar negeri.”
3. Irma Rahmawati, Dosen Universitas Dian Nusantara, membahas Korespondensi Bisnis dalam Bahasa Inggris. Ia mengungkapkan, "Kemampuan berkomunikasi secara profesional dalam bahasa Inggris akan membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk menjalin kemitraan dengan pasar internasional, meningkatkan kepercayaan dari pihak eksternal."
4. Eriklex Donald, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Inovatif Kreatif memberikan wawasan tentang inovasi. Ia menyatakan, "Inovasi adalah kunci untuk bertahan dan berkembang dalam pasar yang kompetitif. UMKM harus terus berinovasi untuk menjaga daya saing produk mereka, baik di tingkat nasional maupun internasional."

Dengan kehadiran narasumber-narasumber ini, pelatihan diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam kepada para peserta UMKM mengenai pengembangan bisnis, baik di pasar domestik maupun internasional.
Program ini merupakan langkah konkret dari Universitas Dian Nusantara dan APIK dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM. Diharapkan, dengan keterampilan ekspor dan kemampuan korespondensi bisnis dalam bahasa Inggris, produk-produk UMKM yang inovatif dan berkualitas tinggi dapat semakin dikenal di pasar internasional.
Melalui sinergi antara universitas, asosiasi pengusaha, dan pemerintah daerah, pelatihan ini menjadi jembatan penting bagi UMKM untuk membuka peluang baru dalam meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan UMKM yang lebih mandiri dan kompetitif di era globalisasi.
“Kami sangat berharap melalui pelatihan ini, UMKM binaan kami dapat segera mengekspor produk mereka ke pasar internasional dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Jakarta,” ujar salah satu peserta dari Jakpreneur.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen kolaboratif antara akademisi, pengusaha, dan pemerintah dalam mendukung kemajuan UMKM Indonesia di kancah global.