.jpg)
Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerjasama dengan Bloomberg kembali menyelenggarakan Bloomberg CEO Forum 2024. Forum ini merupakan bentuk dukungan LPS dalam pelaksanaan Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2024 yang digelar mulai hari ini hingga esok 6 September 2024.
Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan optimisme yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
"Forum ini membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan memanfaatkan teknologi, SDM unggul, dan misi pembangunan berkelanjutan," ujar Purbaya.
Dalam sambutannya Purbaya mengatakan, melalui acara ini pihaknya juga mengajak semua pihak baik pemerintah maupun swasta memulai transisi untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pola pikir yang optimis, agar dapat mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia secara penuh untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045.
Purbaya menekankan pentingnya transformasi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih cepat, seperti yang pernah dicapai sebelumnya.
Senada dengan Purbaya, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang hadir sebagai narasumber, juga menekankan pentingnya kemitraan dan kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. SBY juga mengingatkan pentingnya memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi tantangan global.
"Dengan kerja sama regional yang kuat, kita juga dapat mengatasi agenda global bersama kita seperti memerangi pemanasan global, mengurangi kemiskinan dunia, dan mengurangi dampak negatif dari gangguan teknologi," ucap SBY.
LPS bersama Bloomberg telah menggelar CEO Forum sejak tahun 2022 di Bali untuk mendukung keberhasilan Presidensi G20 Indonesia. Sementara pada tahun 2023, Bloomberg CEO Forum diselenggarakan di Jakarta bersamaan dengan KTT ASEAN 2023 sebagai side event. Forum ini selalu dihadiri oleh para investor global, pemimpin bisnis, regulator dan para akademisi ternama, termasuk penerima Nobel di bidang ekonomi. (Dhia)