Menko PMK Sebut Cuaca IKN Dimodifikasi Agar Lancarkan Pembangunan

ANP • Monday, 2 Sep 2024 - 16:52 WIB

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan cuaca di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini dimodifikasi. Langkah ini akan mencegah terjadinya kemungkinan risiko bencana yang bisa menghambat pembangunan di IKN, Kalimantan Timur.

Pemerintah melanjutkan operasi modifikasi cuaca hingga 12 September 2024. Muhadjir Effendy mengungkapkan, hingga September kemungkinan terjadinya hujan di Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitar IKN masih cukup tinggi. Alhasil ada kemungkinan longsor dan banjir.

"Untuk itu, operasi modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilanjutkan sampai 12 September sehingga target-target pembangunan fisik di IKN bisa tercapai,” tutur Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK, Jakarta pada Senin (2/9/2024).

Menurutnya, operasi modifikasi cuaca yang dilakukan bersama BNPB dan BMKG dapat menghindari kemungkinan pembangunan di IKN terhambat akibat gangguan cuaca.

“Jadi kita ingin mencegah terjadinya kemungkinan risiko bencana termasuk di wilayah IKN, karena kalau itu terjadi akan menghambat dan mengganggu target-target yang telah ditetapkan, termasuk untuk memperpanjang dan melanjutkan pembangunan bandara yang sekarang sudah 1.300 meter dan kurang 1.000 meter lagi,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan operasi modifikasi cuaca tersebut dilakukan atas permintaan kepala daerah dan BMKG.

“Kami menyelenggarakan operasi modifikasi cuaca ini atas permintaan dari pemerintah daerah dan atas rekomendasi dari BMKG, sebagai salah satu cara untuk mengurangi risiko bencana dan dampak bencana, kalau bahasa pendeknya yakni mengurangi, mengalihkan, atau mendatangkan hujan,” ujar Suharyanto.

Pihaknya mengakui, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk dialihkan ke beberapa wilayah lain untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

“Di wilayah Kaltim ini masih banyak turun hujan, di beberapa titik juga terjadi banjir dan tanah longsor, sehingga kita menggerakkan operasi modifikasi cuaca supaya hujan tidak datang secara deras atau dialihkan ke tempat lain agar tempat-tempat yang dikhawatirkan bisa terjadi banjir dan tanah longsor dapat terkendali,” tandasnya.