Lahirkan Wirausaha Muda, Program PKW Telah Luluskan 4 Ribu lebih Peserta

AKM • Sunday, 1 Sep 2024 - 12:07 WIB
dialog  'Peluang Mengembangkan Kerajinan Tradisi Nusantara di Tangan-Tangan Anak Muda ( Istimewa)

Jakarta - Direktorat Kursus dan Pelatihan, Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mengembangkan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).  

Plt. Dirjen Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin menyatakan Program PKW sudah berlangsung sejak 2020 dan terus dikembangkan hingga 2024. 

“Perkembangan saat ini sudah menjangkau sebanyak 21 provinsi dengan kelulusan peserta sebanyak 4.699 peserta,” ujar Tatang dalam dialog  'Peluang Mengembangkan Kerajinan Tradisi Nusantara di Tangan-Tangan Anak Muda’ di Pameran Kriyanusa 2024, Jakarta, Sabtu (31/8).

Menurut Tatang,  dalam 30 hari workshop, sebagian sudah berjalan dan ada yang juga masih memperdalam pelatihan dan membuat jejaring. 

“Rata-rata usia 15-25 tahun atau tidak sedang sekolah bisa mendaftar PKW tidak dipungut biaya,” tuturnya. 

Tatang menjelaskan para peserta didik di pendidikan vokasi memiliki potensi besar berkembang menghadapi pasar nasional ataupun global.

”Mereka yang mau berwirausaha dengan pendidikan kecakapan wirausaha dilatih di lembaga kursus dan pelatihan selama satu bulan. Lalu mereka dibantu peralatan dan pemodalan agar bisa mulai berwirausaha,” kata Tatang.

Tatang mengungkapkan Ketika mereka bierusaha, banyak yang kuliah lagi, setelah mereka jualan untung cukup, mereka langsung melanjutkan sekolah. 

“Bahkan, dengan keterampilannya itu membuatnya bisa diterima di perguruan tinggi yang sesuai minat mereka,” tambahnya.

Disisi lain, program PKW  memiliki banyak dampak bagi para peserta yang telah menjalani program ini.

Menurut Tatang, dampak penting pertama Program PKW adalah lahirnya para wirausaha muda baru. Padahal para peserta ada yang hanya lulusan SD atau bahkan tidak sedang bersekolah. 

“Sekarang para lulusan PKW ini sudah menjadi wirausaha muda dan sebagian memiliki karyawan dan berkolaborasi dengan teman-temannya. Ini merupkan fokus dari pendidikan vokasi, siap terjun wirausaha,” jelasnya.

Tatang menambahkan, dampak penting kedua adalah melalui tangan-tangan anak muda di berbagai wilayah akan mengangkat potensi budaya setempat di seluruh Indonesia. Wirausaha muda ini juga sebagai generasi penerus dari para talenta budaya wilayah. “Budaya yang menjadi kebanggaan Indonesia tidak boleh pudar atau punah,” tegas dia.

Peserta PKW yang lulus berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Devi, mengaku sangat beruntung dengan pendidikan PKW khususnya belajar bertenun. Awalnya ia memang belajar bertenun dari orang tuanya. Devi merupakan salah satu peserta terbaik dari ribuan peserta PKW 2024. “Sejak tahun 2021 lalu, sudah menghasilkan berbagai tenun NTT,” jelas dia.

Perwakilan Program PKE dari Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) Harta Situmorang mengatakan, yang menjadi tantangan utama pembuatan tenun dari Samosir saat ini memang di bidang pemasaran dan permodalan. 

"Tentu sangat bangga bisa mendapatkan tugas untuk berkerja sama dengan Kemendikbudristek. Warga kami tidak bayar mahal seperti kursus pada umumnya, bahkan mendapat peralatan tenun yang disediakan PKW Kemendikbudristek," tandasnya.