
Jakarta - Socialimpact.ID merupakan perusahaan konsultan yang didirikan pada 3 Juni 2021 untuk membantu mitra/perusahaan hingga komunitas dalam mewujudkan inisiatif keberlanjutan (Sustainability).
Berbicara tentang Sustainabilty juga terkait dengan Ekonomi Sirkular (Circular Economy/CE). Transformasi menuju sistem ekonomi sirkular adalah suatu keharusan untuk menyelamatkan Indonesia dan dunia. Praktik ekonomi sirkular ini bahkan berpotensi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga lebih dari Rp 642 triliun.
Ekonomi sirkular adalah model ekonomi yang menggunakan pendekatan sistemik dan strategis yg bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi tapi dengan mempertahankan nilai sebuah produk, bahan dan sumber daya.
Seperti yang pernah disampaikan oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto bahwa ekonomi sirkular ini bukan hanya terkait pengelolaan limbah tetapi juga untuk melakukan design bahan baku, design produk, dan juga proses produknya sehingga bahan baku atau produk itu diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang berkualitas dan ramah lingkungan.
Rio Zakarias Widyandaru selaku Founder dan Direktur dari Socialimpact.id mengungkapkan, pada proses nya Socialimpact sudah mulai dari menerapkan untuk mewujudkan ekonomi sirkular, dimulai dari segi internal tim hingga eksternal.
"Dalam segi internal kami sebisa mungkin mendorong terkait untuk terus menjadi konsumen dan konsumerisme yang memiliki inisiatif-inisiatif untuk mewujudkan transformasi ekonomi sirkuler ini, contohnya dengan menerapkan pelarangan menggunakan plastik, tumbler atau bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan. Kemudian dalam konteks eskternal kami juga membantu dan mendampingi perusahaan swasta maupun BUMN dengan memberikan pemahaman dan diskusi tertentu untuk mendorong pemahaman terkait ekonomi sirkular," ucap Rio kepada Radio Trijaya dalam program The Leader, Senin (27/08/24).
Menurut Rio, beberapa kasus yang marak terjadi di Indonesia bahkan dunia, salah satunya adalah pengolahan sampah dan polusi sudah memberikan keresahan bersama-sama. Untuk menghadapi permasalahan ini, semua elemen dalam masyarakat haruslah sadar akan pentingnya praktik ekonomi sirkular.
"Dari sisi produsen, harus berkomitmen dan sadar untuk menggunakan bahan yg ramah lingkungan dan berkualitas. Begitupun dari sisi konsumen, juga harus aware atau memiliki kesadaran untuk membeli barang kebutuhan, sebisanya untuk gunakan produk berkualitas yang dapat diperbaiki dan diolah kembali. Bukan hanya itu, dukungan infrastruktur juga harus ditingkatkan," jelas Rio.
Rio menambahkan, meningkatkan infrastruktur dapat dilakukan dengan perilaku konsumen harus mulai dirubah, regulasi harus diperjelas sehingga ekonomi sirkular ini dapat terimplementasikan dan segera direalisasikan demi keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. (Von)