Transformasi PPG, Upaya Dorong Pemenuhan Guru Bersertifikat Pendidik

AKM • Wednesday, 21 Aug 2024 - 19:41 WIB
Dirjen GTK Kemendikbudristek, Prof. Nunuk dan Rektor Universitas Haluoleo, Prof.Muhammad Zamrun (Istimewa)

Kendari - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek, Prof. Nunuk Suryani memyatakan pihaknya terus melakukan transformasi pendidikan profesi guru (PPG) dalam jabatan: guna mendorong pemenuhan guru bersertifikat pendidik. 

Menurut Prof Nunuk, langkah tranformasi ini melalui pembaharuan sistem penyelenggaraan Program PPG yang berfokus pada perolehan sertifikat pendidik bagi guru dalam kondisi tertentu yang lebih efisien. Hal ini sekaligus guna  mempercepat penuntasan guru nonsertifikasi yang masih besar junlahnya saat ini. 

“Kalau tidak melakukan transformasi ini (PPG dalam jabatan) bisa sampai 2045 untuk 1,6 juta guru yang belum serdik (sertifikat pendidik), saat ini,” ujarnya, daam kegiatan Gelar Karya Projek Kepemimpinan PPG Prajabatan Gelombang 1 dan  2 Tahun 2023 - 2024 di Universitas Haluoleo,Kendari, Sulawesi Tenggara,  Rabu (21/8/2024). 

Prof Nunuk memgakui persoalan guru nonsertifikasi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan pemerintah.

 “Sudah berganti-ganti menteri, namun persoalan sertifikasi kompetensi guru hingga kini belum terselesaikan,”  jelasnya.

Prof. Nunuk menambahkan, pihaknya akan  menuntaskan ribuan guru nonsertifikasi ini dan Kemendikbudristek terus mencari strategi melakukan akselerasi yang tepat dengan tetap mengedepankan kualitas dan kesempatan lebih luas agar guru nonsertifikasi bisa mengikuti uji sertifikasi kompetensi. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah dengan program PPG Guru Tertentu. Program PPG Guru Tertentu ini diharapkan dapat menuntaskan guru-guru nonsertifikasi dalam dua tahun ke depan.

“Melalui PPG Guru Tertentu, kami lakukan perubahan besar sehingga dalam satu tahun bisa melakukan sertifikasi guru pada angka 700. Dengan demikian, pekerjaan rumah 1,6 juta guru nonsertifikasi bisa kita selesaikan dalam 2 atau 3 tahun,” tegasnya.

Menurut Dirjen Nunuk, ada ribuan guru yang saat ini menjadi sasaran piloting PPG Guru Tertentu tahap 1 dan 2 tahun 2024. Jika ini bisa diselesaikan, maka nantinya ada 600 ribu guru PPG dalam jabatan yang nantinya memiliki status PPG nasional.

Pelaksanaan program PPG Guru Tertentu ini melibatkan 120 Perguruan Tinggi yang telah mendapatkan izin untuk membuka program studi PPG, salah satunya Universitas Haluoleo, Kendari.

Kemendikbudristek lanjut Dirjen Nunuk juga terus mendorong bagaimana setiap guru menjadi agen transformasi pendidikan dan pemimpin pembelajaran. Bagaimana setiap guru dapat menjadi ujung tombak transformasi pendidikan yang sekarang sedang gencar dilakukan.

“Yang menjadi eksekutor terdepan transformasi atas semua kebijakan kita adalah bapak ibu guru, sehingga kami berharap guru yang hadir di sini, calon guru, bisa menjadi eksekutor transformasi pendidikan kita untuk mendidik anak menjadi generasi penerus bangsa menuju era emas Indonesia 2045,” tambah Dirjen Nunuk.

Sementara itu, Rektor Universitas Haluoleo Muhammad Zamrun mengatakan, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) sejak tahun 2018.

“11 program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHO mendapat izin dari Menristek Dikti untuk menyelenggarakan PPG,” tuturnya,