
Genre: Thriller
Sutradara: Zoë Kravitz
Penulis: Zoë Kravitz & E.T. Feigenbaum
Pemeran: Naomi Ackie, Channing Tatum, Alia Shawkat, Christian Slater
Durasi: 2 jam 41 menit
Distributor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 21 Agustus 2024
Frida (Naomi Ackie) menginginkan kehidupan yang lebih baik. Dia punya rencana, ketika menjadi pelayan di gala, yang diselenggarakan miliarder perusahaan teknologi, Slater King (Channing Tatum).
Bersama sahabatnya Jess (Alia Shawkat), Frida berganti gaun dan berpura-pura menjadi salah satu tamu acara kelas atas. Setelah membuat keributan saat tersandung, dia menarik perhatian Slater beserta sekelompok teman-temannya.
Mereka berpesta sepanjang malam, sampai Slater menawarkan pengalaman sekali seumur hidup: Frida dan Jess diundang berlibur ke pulau pribadinya. Frida tentu menerima kesempatan itu.
Apakah pulau tersebut benar-benar nyata? Frida terus menghabiskan waktu, tanpa menghiraukan tanda peringatan: tidak boleh ada telepon, minuman sampanye tanpa batas, hidangan mewah, para pelayan yang diam seribu bahasa, dan pakaian seksi setiap hari.
Seiring berjalannya waktu, momen-momen penting para tamu mulai menghilang, dan yang pasti, ada banyak kejanggalan di sana. Frida mengungkap sisi gelap relasi laki-laki dan perempuan, yang relevan terjadi di mana saja, pada skala apa pun.
Blink Twice menjadi karya perdana aktris Zoë Kravitz sebagai sutradara. Dia memulai proses praproduksi saat gerakan pemberdayaan perempuan #MeToo dimulai, termasuk terkuaknya predator seksual seperti Harvey Weinsteind dan Jeffrey Epstein.
"Di antara yang saya lihat, alami, baca, dan dialami teman-teman perempuan, saya merasa kurangnya percakapan tentang dinamika antara laki-laki dan perempuan," jelas Kravitz.
Menariknya, penonton diajak benar-benar mengikuti surga dunia ala Slater King, yang sangat dinikmati Frida. Berbagai petunjuk tentang kengerian di baliknya, sebenarnya sudah dirasa mengganjal, namun makna mendalam tentang pesan kuat di baliknya, baru dapat dipahami secara jelas pada sepertiga bagian akhir.
Sutradara Kravitz mengetengahkan tuntutan bagi perempuan yang diminta untuk selalu senyum, setiap hari, setiap saat. "Kita diminta melupakan momen yang tidak nyaman, teror, dan kekerasan, untuk berpura-berpura baik-baik serta bersenang-senang. Kita diharapkan bisa masuk memainkan permainan," tuturnya.
Dengan visual cerah bak firdaus di pulau mewah, tak menghalangi Blink Twice tetap memberikan elemen kengerian lewat detail audio yang khas.
Kisah misteri yang dibungkus dalam keceriaan ini juga ditaburi beberapa twist sampai akhir, dengan lambang-lambang yang diselipkan. Salah satunya, replika patung karya Michelangelo yang menggambarkan Maria memangku Yesus.
Meski sekadar menjadi latar, patung tersebut terasa sangat bermakna menyampaikan sisi sarat makna yang ingin disampaikan sineas Blink Twice.