
Kendari - Program Guru penggerak yang digagas oleh oleh Kementrian Pendidikan , Budaya, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sudah mulai dirasakan dan menuaikan hasil nyata. Hal iru diantranya terjadi di SMA Negeri 2 Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Di sekolah ini terdapat salah seorang guru pengerak bernama Rasni SPD. MPD yang sudah banyak melakukan sejumlah perubahan dalam menciptakan pembelajaran yang baik bagi muridnya.
Rasni yang berpengalaman sebagai guru 19 tahun ini memiliki berbagai pengalaman menarik yang didapatnya dari program guru penggerak yang bisa diterapkan di kelas bersama murid-muridnya.
“Salah satunya adalah dengan memanfaatkan ruang dialog dan teknologi digital yang didapat dari program guru pengerak untuk dibagikan kepada murid-muridnya,” ujar Rasni kepada Media, dalam acara Pers Tour Ditjen GTK Capaian Program Merdeka Belajar, Kendari, Selasa (20/8).
Rasni yang juga merupakan amgkatan ke 9 program guru penggerak dan lulus tahun 2023 ini menambahkan dirinya juga berusaha memahami keinginan muridnya tanpa menimbulkan rasa takut bagi murid untuk berinteraksi dan berdialog.
“Sistemnya menerapkan kerja berkelompok dalam belajar di kelas dan menggunakan metode ice breaking jika murid merasa bosan dan ngantuk,” tutur Rasni sebagai pengajar Guru Bahasa.
Dirinya juga merasaknan manfaat sebagai guru penggerak dan mendorong guru-guru yang lain juga dapat mengikuti program ini yang dapat bermanfaat dan mengubah pola pikir sebagai pengajar.
“ Saya berharap dan mendorong para guru untuk mengikuti program guru penggerak yang memiliki manfaat untuk dirinya dan murid-murid di kelas dalam membuat pengajaran menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Nyaman Belajar
Sementara itu, salah murid dari guru penggerak Rasni, Aliya dari kelas 10 B mengatakan dirinya merasa nyaman belajar bersama gurunya dan tampa ada rasa takut
“Sejumlah pengalaman termasuk penggumaan telnologi digital dan informatika bisa berbagi di kelasnya dengan penggunaan aplikasi di hand phone dan laptop. Dan hal ini sesuai dengan generasi saya sebagai milienial yang saat ini dekat dengan teknologi,” jelasnya.
Selain itu, metode pembelajaran yang diberikan juga tidak kaku. Karena bisa memberikan ruang interaktif bahkan semacam ice breaking jika murid sudah merasa bosan dan menngantuk.
“Berbeda dengan guru lainya, metode kerja kelompok dan saling bisa tanya bersama teman kelas. Guru Rasnii juga bisa tida membuat muridnya takut berdialog,” tuturnya.
Dia berharap guru penggerak terus bertambah yang mengajar disekolahnya swhingha prose belajar menjadi menyenangkan.
“ Saya berharap guru penggerak bisa terus hadir dna bertambah jumlahnya sehingga belajar menjadi menyenangkan,” tandasnya.