
Jakarta - Tren olahraga sambil berwisata, kini melahirkan istilah baru; sport tourism. Bisa dibilang, popularitas sport tourism menjadi awal yang baik bagi pariwisata Indonesia.
Saat ini, ada dua jenis sport tourism yang cukup umum. Pertama adalah hard tourism, sebagai acara perlombaan bersifat regular, seperti Asian Games, Sea Games, atau World Cup.
Kemudian, ada juga soft sport tourism,yang dikenal dengan pariwisata olahraga dan berkaitan dengan gaya hidup (lifestyle), seperti bersepeda, berlari, hingga berselancar. Menariknya, ini bukan hal baru, mengingat di Indonesia memiliki banyak event sport tourism yang banyak menarik minat wisatawan.
Gerakan sosial OK OCE bersama Komunitas Penggerak OK OCE Celebes menghadirkan Togean Half Marathon 2024 dalam meningkatkan pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di Togean, Sulawesi Tengah.
Hal ini disambut baik Menparekraf RI yang juga founder OK OCE, Sandiaga Uno.
“Sekali merengkuh dayung, dua pulau terlampaui, saya mengapresasi rencana kegiatan ini semoga bisa terwujud dan mampu menggerakkan ekonomi kreatif kewirausahaan di Togean dan sekitarnya," ungkap Sandiaga dalam audiensi di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, 19 Agustus 2024.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang sport tourism, namun juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan produknya.
Indra Laborahima, Ketua OK OCE Celebes menambahkan Togean Half Marathon 2024 yang akan berlangsung Oktober mendatang, bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar, karena target jumlah pesertanya yang cukup besar, hingga 1500 orang.
Sementara itu Fitri Uno, Wakil Ketua OK OCE Celebes, mengungkap awal mula tercetusnya ide menggelar Togean Half Marathon. "Berawal dari niat membangun perkembangan daerah asal saya yaitu Ampana Tojo Una-Una yang memiliki sumber daya alam yang mumpuni namun kurang dieksplor oleh wisatawan maka kami membentuk event ini," ungkapnya.