
Jakarta– PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) meluncurkan OCBC Business Fitness Index (BFI), yang merupakan sebuah riset yang bertujuan untuk mengukur kesehatan finansial dari suatu usaha baik Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan melihat dan memahami perilaku finansial dalam menjalankan usahanya.
Melalui riset ini , diketahui bahwa UMKM di Indonesia sudah mengalami peningkatan pemahaman terkait sistem manajemen finansial, yang dimana UMKM di Indonesia sudah dapat dikatakan baik dalam pencatatan dan pengelolaan uang, peninjauan laba rugi dan dalam menjaga modal.
Tetapi, walaupun telah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, masih baru sekitar 46% UMKM yang telah memisahkan antara keuangan personal dan bisnis.
Sari Kartika selaku SME Proposition Division Head OCBC mengatakan bahwa memisahkan penghasilan bisnis dan pribadi merupakan langkah awal yang tepat demi keberhasilan UMKM agar mencapai kenaikan level.
Namun, ini juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha dalam membuat rekening bisnis, karena ini juga berkaitan dengan waktu proses dalam pengajuan pembukaannya.
Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, OCBC hadir sebagai solusi. OCBC menjadi bank pertama di Indonesia yang menawarkan inovasi pembukaan rekening giro badan usaha yang 100% dalam prosesnya yaitu sepenuhnya digital yang pastinya efektif dan mudah dilakukan hanya hitungan jam. Pembukaan rekening dapat dilakukan hanya dengan menggunakan handphone. Ini memberkan kemudahan kepada UMKM atau pelaku usaha yang ingin praktis dan cepat membuat rekening khusus bisnis mereka tanpa harus repot-repot datang ke bank.
Dengan melakukan pemisahan rekening bisnis, pencatatan keuangan usaha dan dokumentasi dapat tersusun rapih.
Saat ini, diketahui sudah 77% UMKM di Indonesia sudah semakin sadar akan pencatatan keuangan yang rapi, namun, pencatatan keuangan atau pembukuan masih dilakukan secara manual.
“Saat ini kita sudah melihat perempuan semakin berkontribusi dalam perekonomian, terlihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan yang semakin meningkat. Sama halnya dengan aspirasi mewujudkan perekonomian yang semakin inklusif untuk teman-teman disabilitas. Dengan kerja sama dari berbagai pihak, kita bisa mendukung teman-teman disabilitas dengan edukasi, pelatihan, dan akses yang memadai, agar bisa semakin berani untuk maju dan naik level bersama-sama.” Ungkap Nicky Clara, seorang disability womanpreneur dan juga founder dari Setara Berdaya Group. (Von)