
Oleh Renatha Ernawati MPd., Kons (Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia)
Dalam rangka mengatasi isu pelecehan seksual yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja, Program Pengabdian Masyarakat dilakukan oleh akademisi program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia (UKI) melalui seminar “Berani Bicara”. Seminar ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran remaja mengenai pencegahan dan penanganan pelecehan seksual dari berbagai kegiatan edukatif dan interaktif.
Acara yang berlangsung di Kampus Diakonia Modern (KDM) pada tanggal 2 Agustus 2024 ini dihadiri oleh siswa KDM. Seminar ini menghadirkan sejumlah dosen Prodi Bimbingan dan Konseling UKI, yang membagikan wawasan mendalam tentang tanda-tanda pelecehan seksual, hak-hak individu, dan langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri serta orang lain.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Indonesia, Andreas Rian Nugroho, S.Pd., M.Pd, menekankan pentingnya edukasi sebagai langkah pertama dalam pencegahan pelecehan seksual. “Kami percaya bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Dengan memahami apa itu pelecehan seksual, tanda-tandanya, dan cara melaporkannya, remaja dapat lebih siap untuk menghadapi dan mencegah situasi berbahaya,” ujar Andreas Rian Nugroho.
Data dari lembaga perlindungan anak menunjukkan bahwa pelecehan seksual pada remaja meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak remaja yang mengalami pelecehan tidak melaporkan kejadian tersebut akibat ketidaktahuan atau ketakutan. Menanggapi masalah ini, dosen Prodi Bimbingan dan Konseling UKI berinisiatif untuk meluncurkan kampanye “Berani Bicara” yang melibatkan pelatihan intensif, seminar, dan diskusi kelompok untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melindungi diri mereka sendiri.
Program ini mengadakan pelatihan untuk siswa mengenai cara mendeteksi tanda-tanda pelecehan seksual dan memberikan respons yang tepat. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, kampanye “Berani Bicara” bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi para remaja serta mendorong mereka untuk berbicara dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.
Program Pengabdian Masyarakat UKI ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus pelecehan seksual dan menciptakan kesadaran yang lebih besar di kalangan remaja tentang pentingnya melawan pelecehan seksual.

Dengan memberikan informasi dan dukungan yang tepat, diharapkan setiap remaja dapat merasa lebih aman dan berdaya untuk menghadapi dan mengatasi tantangan yang mereka hadapi. “Berani Bicara” merupakan langkah nyata dalam mendukung remaja dan membangun masa depan yang lebih aman dan berkeadilan.
Selain pembicaraan akademik dan diskusi, seminar ini juga menyediakan berbagai materi edukatif, termasuk buku panduan dan brosur yang dapat dibawa pulang oleh peserta. Materi tersebut berisi informasi praktis tentang hak-hak remaja, cara-cara mencegah pelecehan, serta langkah-langkah yang harus diambil jika mereka atau teman-teman mereka menjadi korban. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama seminar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Keterampilan Komunikasi
Para peserta seminar mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sesi pelatihan keterampilan komunikasi, di mana mereka belajar bagaimana berbicara tentang isu sensitif dengan teman-teman dan keluarga mereka. Pelatihan ini penting untuk membangun kepercayaan diri remaja dalam menghadapi dan melaporkan pelecehan seksual, serta untuk menciptakan lingkungan yang lebih responsif dan peduli.
Salah satu sesi seminar adalah diskusi panel interaktif, di mana peserta dapat bertanya langsung kepada para ahli tentang berbagai situasi yang mungkin mereka hadapi. Diskusi ini memberi kesempatan kepada remaja untuk mengungkapkan kekhawatiran mereka, mendapatkan jawaban yang jelas, dan berbagi pengalaman dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Peserta juga mengikuti simulasi situasi nyata yang membantu mereka mempraktikkan cara-cara melawan pelecehan seksual secara efektif.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, Program Pengabdian Masyarakat UKI berencana untuk mengadakan serangkaian seminar lanjutan dan workshop. Dengan mendekatkan edukasi ke komunitas pendidikan, diharapkan pesan pencegahan dan perlindungan dapat tersebar lebih luas dan lebih efektif.
Dengan inisiatif ini, Universitas Kristen Indonesia berharap dapat berkontribusi secara signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi remaja. “Seminar ini adalah langkah awal dalam perjalanan panjang untuk memastikan bahwa setiap remaja memiliki pengetahuan dan dukungan yang mereka butuhkan untuk melindungi diri dari pelecehan seksual,” kata Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling UKI, Renatha Ernawati, menutup acara.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan pencegahan pelecehan seksual akan menjadi bagian integral dari pendidikan dan budaya masyarakat.