FILM Komedi Romantis Politis dan Humanis, Fly Me to the Moon

MUS • Wednesday, 31 Jul 2024 - 12:56 WIB

Genre: Komedi Romantis
Sutradara: Greg Berlanti 
Pemeran: Scarlett Johansson, Channing Tatum, Woody Harrelson
Durasi: 2 jam 11 menit
Distributor: Sony Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 2 Agustus 2024

Fly me to the moon
Let me play among the stars
And let me see what spring is like
On a-Jupiter and Mars
In other words, hold my hand
In other words, baby, kiss me

Siap-siap terngiang dengan lagu tahun 60-an yang dipopulerkan Frank Sinatra tersebut, setelah kita keluar dari bioskop menyaksikan Fly Me to the Moon. 

Berlatar di ambang salah satu pencapaian terbesar ilmu pengetahuan dan teknologi, komedi romantis Fly Me to the Moon bercerita seputar peluncuran Apollo 11, yang mengirimkan manusia ke bulan untuk pertama kalinya.

Bintang Scarlett Johansson berperan sebagai Kelly, seorang ahli marketing dari New York yang ditugaskan untuk mendukung pemasaran Apollo 11. Apalagi misi Apollo sebelumnya sudah pernah mengalami kegagalan fatal. Sementara publik dan politisi mulai tak peduli. Mereka lebih fokus pada Perang Vietnam yang masih berkecamuk.

Aktris Johansson beradu akting dengan aktor Channing Tatum, sebagai Cole, direktur peluncuran NASA, sekaligus mantan pilot ganteng, yang sangat tertekan agar tugasnya berhasil. 

Kelly yang dianggap menghalalkan segala cara demi keberhasilan misi dari sisi marketing, berkonflik dengan Cole. Sebagai sosok di balik peristiwa sarat ilmu pasti, Cole menganggap pentingnya setia pada proses. 

Baginya, peluncuran astronot ke bulan adalah tugas mulia yang seharusnya tidak terkait dengan publikasi, periklanan, sponsor, dan elemen pemasaran atau penjualan lainnya di luar misi itu sendiri. 

Bagai pertentangan orang sales dan orang produk, tim marketing dan tim produksi, staf penjual dan staf pabrik; di sanalah pertentangan terjadi antara Kelly dan Cole sekaligus menjadi titik temu yang manis di antara keduanya. 

Di sana pula daya tarik Fly Me to the Moon. Komedi romantis yang biasanya 'cheesy' dan serba kebetulan, kali ini penonton diajak kembali ke peristiwa bersejarah, berkenalan dengan cerita humanis di balik keilmuwan antariksa, dan bahkan menyentuh sisi politik AS pada era perang dingin tahun 1960-an. 

Terlebih kedua bintangnya tampil sangat menghibur dengan penampilan yang enak dipandang. Johannson menjelaskan konflik Kelly dan Cole yang dibikin romantis.

“Saya rasa Cole tidak benar-benar memahami apa yang Kelly tawarkan pada proyek ini. Dia adalah orang yang sangat pragmatis dan melihatnya sebagai hambatan. Proses bagaimana proyek ini didanai, dukungan seperti apa yang dibutuhkan, bagaimana dia harus ikut bermain - itu sama sekali tidak ada dalam kosa kata Cole. Dia sama sekali tidak mengerti tujuannya di sana. Dia adalah senjata rahasia yang tidak ia ketahui bahwa ia harus menang,” jelas Johansson. 

Sedangkan Channing Tatum mengatakan, karakternya jauh lebih peduli dengan apa yang nyata-tantangan besar dalam melakukan hal tersulit yang pernah dilakukan. Cole tidak memiliki waktu dalam hidupnya untuk hal yang dianggapnya sebagai kekonyolan hubungan masyarakat. 

“Kelly datang seperti badai dan, dalam pikirannya, dia menghancurkan segalanya dan menciptakan lebih banyak masalah daripada solusi - padahal sebenarnya, dia adalah kunci dari semuanya,” terang Tatum.

Fly Me to the Moon memiliki keistimewaan berupa dukungan dari NASA, dan kemampuan untuk bekerja sama dengan beberapa penasihat teknis, yang telah memainkan peran penting di badan antariksa tersebut selama tahun-tahun pengembangan misi Apollo. 

Banyak orang yang percaya teori konspirasi tentang keaslian Neil Armstrong, Buzz Aldrin, dan Mike Collins, apakah mereka benar-benar pergi ke bulan?

Namun produser film ini meyakinkan, NASA melihat naskah dan cerita secara obyektif. NASA melihat apa yang para sineas lihat di dalamnya: sebuah kesempatan untuk merayakan pencapaian besar dalam skala sangat besar - 400.000 orang yang bekerja dalam program Apollo.

Kisah-kisah dari 400.000 orang tersebut memberikan dasar yang kuat untuk film ini. Untuk memperjelas: tidak, tidak ada rencana rahasia untuk menyiarkan pendaratan di bulan yang palsu. Tapi cara Fly Me to the Moon menggambarkan dedikasi para karakternya terhadap pekerjaan, dan impian mereka untuk ke bulan... semuanya terasa nyata dan meyakinkan.