
Jakarta - Kelompok perlawanan Hamas bersumpah akan membalas dendam atas tewasnya pemimpin mereka, Ismail Haniyeh, dalam sebuah serangan di Teheran, Iran, pada hari Rabu.
Menurut laporan media Iran, Mehr News, anggota biro politik Hamas, Mousa Abu Marzook, menegaskan bahwa "pembunuhan terhadap kepala biro politik gerakan perlawanan Palestina, Ismail Haniyeh, tidak akan dibiarkan begitu saja."
Haniyeh dilaporkan tewas di kediamannya di Teheran, di mana ia berada untuk menghadiri pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian.
Ismail Haniyeh, yang selama ini memimpin operasi politik Hamas dari pengasingannya di Qatar, merupakan tokoh kunci dalam organisasi tersebut.
Ia disebut-sebut bertanggungjawab atas serangan mendadak Hamas ke Israel pada Oktober 2023, yang memicu respons agresif Israel hingga mengakibatkan lebih dari 39.000 orang tewas di Jalur Gaza.