ISBFE 2024, Upaya Rebut Kembali Kejayaan Rempah Indonesia

AKM • Monday, 29 Jul 2024 - 17:54 WIB
 acara gathering Kementrian Perdagangan dan ISBFE 2024 (Istimewa)

Jakarta - Perhelatan Indonesia Spices Business Forum and Expo (​ISBFE ) 2024 kembali akan diselenggarakan pada tanggal 8-11 Agustus 2024 di Lapangan Pamedan Mangkunegara (Solo) Jawa Tengah.  Event ISBFE 2024 ini merupakan acara  kedua diselengarakan di Indonesia, yang sebelumnya digelar 10-12 Desember 2021 di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara dan dibuka oleh Wakil Presden K.H Ma’ruf Amin.

ISBFE merupakan momentum mengembalikan kejayaan rempah Nusantara di masa lalu untuk diduplikasikan guna meraih kejayaan rempah di masa depan. Ketua panitia ISBFE 2024, Kreshna Sari Hamid mengatakan acara ini memiliki target agar adanya kemudahan untuk berbisnis ekspor rempah- rempah kenegara lain dapat berjalan baik.

“Selama ini ada kendala untuk melakukan ekspor kepada buyers atau negara tujuan, tidak bisa langsung tetapi melalui negara tetangga seperti singapura vietnam dan india,” ujar Kreshna disela- sela  acara gathering Kementrian Perdagangan dan ISBFE 2024, Jakarta, Senin (29/7).

Kreshna menjelaskan hal inilah yang menyebabkan kerusakan renpah- rempah tidak bisa diawasi dengan maksimal. Karena kerusakan bisa terjadi pada saat diatribusi ke negara tetangga bukan langsung kepada negata pembeli.

“‘Berharap pemerintah terutama Kementrian Perdagangan dapat memfasilitasi pelaku UMKM untuk ekspor rempah- rempah Indonesia dapat di ekspor ke negara pembeli dengan sisitem jadi atau memiliki brand atau merk,” pintanya.

Disisi lain, pemilihan acara ISBFE 2024 di lapangam Mangkunegaran  Solo - Jawa Tengah hal ini, karena ada kaitan melelat antara solo dan rempah-rempah

“Kaitan di Solo dan rempah- rempah memiliki kaitan kental sekali dengan budaya, jamu-jamu herbal berpusat di Solo. Solo jug mudah dicapai naik bus, kereta api dan pesawat, dan bisa dikaitan parisiwisata,” ungkap Kreshna

Menurut Kreshna, dilapangan  mangkunegaran juga luas dan dapat  menampung 10 ribu orang 

“ Dilapangan mangkunegaran. dapat menampung 10 ribu orang dan memuat lenih dari  250 stand dan diperkirakan terdapat 1000 pedagang atau pengusaha yang berpartisiapsi,” pungkasnya.

Disisi lain, Dewan Penasihat FKDKP atau Penasihat DRI Pusat  Lukman Basri mengatakan keberadan rempah nusantara seeing kali tidak diperhatikan dan lupa perjalanan sejarah.

“Tidak perhatian dan lupa sejarah,  padahal cilal bakal indonesia. nusantra dikenal dunia beeasal dari rempah-rempah dan  Indonesia baru dikenal sebagai menjadi nama perjuangan,” ujarnya.

Menurut Lukman, dari ujung aceh hingha  merauke ungul dengan renpah.-rempah seperti Kayu manis, kapur barus, kemenyan, lada, timur rempah umbi-umbian kayu cendana, pala, cengkeh.

“ Pemerintah melalui hukum internasional harus optimal untuk menjadi fasilitator dan regulasi bagi perdagangan rempah indonesia.” pinta Lukman.

Pemerintah juga diminta fokus kepada hulu dan hilirisasi rempah indonesia.

“Hilisarisasi bukan hanya  narural produk namun sudah bisa hilisaari pengguanan alat mesin, yang canggih dan hulu dalam mengelola produl pertanian,” tambahnya.

Lukman mengharapkan dengan acara ini dapat membangkitkan dan menepatkan rempah indonesia menjadi miliki value dan branded.

“Penggunaan tempah hulu dan hilit hingga kecantikan untuk tingkatkan ekspor dalam bentuk olahan,” tandasnya.

ISBFE 2024, Sejalan Program Pemerintah

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid mengatakan acara ini sejalan dengan program pemerintah menaikan eskporvrempah dengan nilai 2 miliar dollar AS dan 4 ribu restoran diluar negri.

“Pemerintah bukan  hanya  memperkuat sektor  hilir tapi juga ekosistem didalam juga harus kuat, kolaboraisi semua pihak sangat  penting untuk subsistem baik dalam negri,” jelas Miftah,

Miftah mengharapkan acara ISBFE 2024 sebaiknya  juga melibatkan eksportir, logistik, finance akses, pundamental yang kuat dam lebih kompetitif. 

“Agar  jika ada keinginan UMKM ingin melakukan ekspor maka bisa diambil manfaatnya,” harapnya,

Kemnetrian Perdagangan, menurutnya. memberikan dukungan peserta  bisa dpatkan hasil maksimal menyediakan coaching klinik untuk konsultasi ekspor  dan  memberikan ibformasi pasar di 30 negara perwakilan.

“Konsultasi desain kemasaan dan visual buak dalam balki tapi juag bumbu, punya desain yang baik dan komunikasi,”  tambahnya.

Miftan mengungkapkan' jumlah ekspor tahun 2023’ sebesar 800 juta dolar amerika serikat padahal potensi rempah Indonesia lebih dari itu.

“ Realisasi dan target masih selish jauh swhingga kebetadaan rempah di indoesia harus dioptimalkan dan diperkuat bagian dari sistem dalam negeri,” tutupnya.