
JAKARTA - Stroke merupakan gangguan peredaran darah otak yang dapat menyebabkan aliran darah otak menurun atau terhenti yang gejalanya berlangsung 24 jam yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak dan dapat menimbulkan kecacatan dan kematian.
“Maka penanggulangan stroke sebagai penyakit tidak menular di Indonesia perlu usaha-usaha preventif dan pengelolaan yang baik dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk edukasi deteksi dini stroke di masyarakat,” ujar akademisi Program Studi Keperawatan Fakultas Vokasi UKI, Ns. Hasian Leniwita., M.Kep.Sp.Kep.MB dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Cawang (25/07).

Kegiatan PKM dilaksanakan bersama mahasiswa Prodi Keperawatan Fakultas Vokasi UKI, dengan tema ‘Deteksi Dini Penyakit Stroke Menggunakan Metode FAST pada Masyarakat di Kelurahan Cawang Jakarta Timur.’
Menurut Hasian Leniwita, salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan edukasi pengenalan tanda dan gejala stroke bagi masyarakat dengan menggunakan metode FAST.
“Metode FAST meliputi Face, Arm, Speech, Time, merupakan teknik yang sangat sederhana dan mudah dipahami dalam deteksi dini penyakit stroke, melalui tiga tanda dan gejala yaitu perubahan kesimetrisan wajah, kekuatan ekstremitas dan kemampuan berbicara,” jelasnya.
Metode FAST merupakan penilaian yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan secara mandiri oleh masyarakat karena hanya menilai kemungkinan stroke pada tiga aspek penilaian saja.
Hasian Leniwita menjelaskan secara rinci mengenai metode FAST yakni Face yakni saat tersenyum, apakah satu sisi wajah turun kebawah/ terkulai atau tidak simetris. Arms, bila mengangkat kedua lengan, apakah satu lengan terkulai lemas jatuh kebawah.
“Speech, apakah ucapan tidak jelas,suara parau / cadel /sengau ,apakah ada perubahan dari volume suara, apakah sulit untuk bicara. Time, adalah jika ada tanda-tanda ini, segera hubungi layanan darurat medis. Waktu sangat penting untuk mengurangi kerusakan otak,” ujar Hasian Leniwita.

Tujuan kegiatan ini untuk menyebarluaskan informasi tentang deteksi dini stroke menggunakan metode FAST. Sehingga apabila terdapat anggota keluarga, rekan, kerabat, atau tetangga yang menunjukkan hasil tes FAST yang positif dapat segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Supaya penatalaksanaan segera dapat diberikan sehingga kecacatan dan kematian pada penderita stroke dapat diminimalisir.
Hasian Leniwita menjelaskan cara pencegahan stroke antara lain kontrol tekanan darah. Bila hipertensi kontrol dengan obat anti hipertensi, tekanan darah normal ialah 110/70 s.d 120/80. Lalu kendalikan kadar gula darah normal yakni 80-120 mg/dl
“Kendalikan kolesterol yakni tidak lebih dari 200 mg/dl, kurangi komsumsi alkohol, kelola stress, pola makan sehat, dan diet seimbang sesuai berat badan,” tuturnya.
Lebih lanjut Hasian mengatakan stroke adalah keadaan darurat medis. “Semakin cepat seseorang mendapatkan perawatan medis, semakin baik peluang untuk meminimalkan kerusakan otak dan meningkatkan pemulihan. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda atau gejala stroke, segera hubungi layanan darurat medis,” pungkasnya.