Penuhi Kebutuhan Air Bersih, INH Bangun Sumur Kebaikan di Kamp Pengungsian Gaza

MUS • Thursday, 18 Jul 2024 - 07:39 WIB

Jalur Gaza - Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) tengah melaksanakan proyek pembangunan sumur kebaikan di kamp pengungsian, Khan Younis tepatnya di dekat Universitas Al Aqsa, Gaza Selatan, Palestina.

"Sumur kebaikan ini akan dimanfaatkan sekitar enam ribu pengungsi yang tinggal di wilayah tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk bersuci maupun memenuhi kebutuhan harian," kata Manager Program INH Ibnu Hafidz, Rabu (17/7/2024).

Ibnu berharap, program pembangunan sumur kebaikan di tengah pengungsi bisa berjalan sesuai dengan target, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh saudara-saudara kita yang ada di Jalur Gaza.

"Doakan kami semoga pembangunan sumur kebaikan untuk saudara-saudara kita di kamp pengungsian ini bisa segera selesai, target kami dua pekan air sudah bisa dimanfaatkan,” katanya.

Menurutnya, sejak terjadi penyerangan militer zionis Israel ke wilayah Gaza, air bersih menjadi persoalan yang mendasar dan merupakan kebutuhan utama baik untuk bersuci, maupun kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, proyek pembangunan sumur merupakan kebutuhan yang mendesak dan harus segera diselesaikan.

BACA JUGA: INH Sumbang Kendaraan Kemanusiaan ke Pemda Bogor

“Krisis air bersih di Gaza sangat mencemaskan oleh karena itu pembangunan sumur kebaikan ini menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih di lokasi pengungsian,” jelasnya.

Dari data statistik resmi hari ke 284 genosida Israel yang dikeluarkan media kantor Pemerintahan di Gaza setidaknya 48.345 jiwa telah menjadi korban kebrutalan zionis Israel. 10 ribu lebih masih tertimbun dan hilang sejak penyerangan pada 7 oktober 2023 silam. Korban syahid didominasi oleh anak-anak yakni sebanyak 16.054 jiwa dan wanita sekitar 10.700 jiwa.

Tak hanya merenggut korban jiwa, aneksasi Israel di Gaza juga telah menghancurkan 195 kantor pusat pemerintahan, 113 sekolah dan kampus. Sebanyak 608 masjid hancur dan 3 gereja juga menjadi sasaran kebiadaban tentara Israel.

Sementara itu, 150 ribu unit rumah warga hancur total, 453 ribu mengalami kerusakan. Penyerangan juga membuat 34 rumah sakit rusak dan tidak bisa beroperasi, serta 64 unit layanan kesehatan lainnya baik klinik maupun puskesmas tidak bisa lagi melayani pasien. 

Kerugian secara materi ditaksir mencapai 33 miliar dolar, dan untuk bisa kembali membangun Gaza diperkirakan butuh waktu selama 16 tahun.