JAKARTA - Program Studi Fisioterapi Program Sarjana Terapan Fakultas Vokasi UKI kembali menyelenggarakan pelatihan terapi manual berstandar internasional. Pelatihan bekerja sama dengan Institute Physical Therapy Advancement (IPTA) (Philipines and Naples Florida, USA) yang dilakukan di Laboratorium Multi Program Studi Fisioterapi Fakultas Vokasi UKI.
Pelatihan yang diselenggarakan tanggal 12 – 14 Juli 2024 ini merupakan salah satu bagian dari Program Certificate in Orthopedic Manual Physical Therapy (C-OMPT) yang merupakan program pelatihan dan sertifikasi profesional untuk fisioterapis dalam bidang terapi manual dengan mengikuti standar internasional.
Topik Pelatihan kali ini adalah C-OMPT: Therapeutic Exercise Prescription Module yang mendatangkan instruktur Andrei J. Altavas, PT, DSc, MS, FAAOMPT, seorang fisioterapis profesional dari Florida, US., yang juga fisioterapis spesialis orthopedi dan terapi manual, serta Fellow of American Academy of Orthopedic Manual Physical Therapist.
“Dalam kegiatan ini peserta dilatih untuk mendesain dan memberikan dosis terapi latihan pada pasien. Pelatihan kali ini merupakan teknik terapi yang sangat efektif untuk kondisi cedera atau ganguan gerak otot dan sendi. Namun desain dan dosisnya kadang masih belum ada yang baku. Sehingga dengan pelatihan ini diharapkan fisioterapis dapat mendesain dan memberikan dosis yang tepat bagi pasien nantinya,” ujar Dekan Fakultas Vokasi UKI, Dr. Maksimus Bisa Lado Purab, S.K.M., SSt.Ft., M.Fis, saat membuka kegiatan.
Prodi Fisioterapi UKI bekerja sama dengan IPTA rutin mengadakan pelatihan internasional empat kali dalam setahun. Pelatihan kali ini adalah pelatihan ketiga di tahun 2024.
“Pelatihan ini penting terutama bagi fisioterapis yang juga akademisi dari institusi pendidikan untuk dapat kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Peraih gelar Doktor pada Program Pendidikan Jasmani ini.
Doktor Maksimus menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang bergabung dalam kegiatan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill dalam melakukan implementasi terapi manual di lapangan sebagai praktisi dan tenaga pendidik.
Lebih lanjut, Ketua Program Studi Fisioterapi Fakultas Vokasi UKI, Lucky Anggiat Panjaitan, S.Tr.Ft., M.Physio,C-OMPT, menjelaskan bahwa fisioterapis yang mengikuti secara lengkap semua modul pelatihan berdasarkan kurikulum, maka dapat mengikuti ujian sertifikasi pada akhir modul untuk mendapatkan gelar ‘C-OMPT’.
“Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari kompetensi terapi latihan dengan standar internasional sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan fisioterapis di luar negeri. Peserta akan memiliki sertifikat SKP Ikatan Fisioterapi lndonesia dan sertifikat dari IPTA. Setelah mendapatkan sertifikat mereka akan diuji lagi untuk mendapatkan gelar COMPT jika sudah mengikuti ke empat modulnya,” ujar Lucky Anggiat.
Harapannya dengan terselenggaranya pelatihan ini maka para fisioterapis yang bekerja baik sebagai akademisi maupun sebagai pelaksana pelayanan di sarana kesehatan memiliki kompetensi yang memang spesifik ketika menangani kasus-kasus musculoskeletal dan ortopedi yang berkaitan dengan gangguan gerak dan fungsi dengan terapi latihan.