
JAKARTA- Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan bangga mempersembahkan “A Day of Indonesia’s Hortus Colere” yang bertajuk “Indonesian Horticulture Go Global” di Hotel Manhattan, Jakarta. Acara ini merupakan inisiatif untuk mempromosikan produk hortikultura unggulan Indonesia ke pasar global.
Hortikultura, berasal dari bahasa Yunani “hortus” yang berarti tanaman kebun dan “cultura” atau “colere” yang berarti budidaya, mencakup empat jenis komoditas utama: tanaman sayur (olerikultura), tanaman buah (frutikultur), tanaman hias/bunga (florikultura), dan tanaman obat (biofarmaka).
Acara ini dibuka oleh Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. Dalam sambutannya, Prihasto menekankan pentingnya acara ini sebagai wadah untuk memperkenalkan produk hortikultura Indonesia kepada dunia dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
“A Day of Indonesia’s Hortus Colere” menghadirkan showcase produk hortikultura unggulan dalam negeri, pertunjukan budaya Indonesia, makan malam spesial untuk para delegasi, serta aktivitas business matching. Diharapkan, kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan transaksi antara pelaku usaha (eksportir lokal) dan buyers dari berbagai negara, membuka peluang bagi produk hortikultura Indonesia untuk semakin dikenal di pasar global.
"Sebanyak 40 negara mitra berpartisipasi dalam acara ini, memberikan kesempatan kepada pelaku usaha hortikultura untuk memperluas jaringan, mengembangkan kolaborasi, dan membuka akses pasar internasional." ucap Prihasto
Ia mengatakan, beberapa pengusaha hortikultura Indonesia yang berpartisipasi antara lain Bali Organik Subak (BOS) dengan produk seperti manggis, buah naga, salak, mangga, dan buah-buahan kering; Jembar Jamur dengan aneka produk berbahan jamur; dan Saripati Laer yang menawarkan minuman herbal seperti jahe merah dan kunyit.
"Acara ini bertujuan untuk mendorong produk hortikultura dalam negeri menuju kancah global dan mengangkat perekonomian para petani hortikultura Indonesia." tukasnya
Prihasto menyebut, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat sekitar 9,6 juta unit pengelola usaha pertanian perorangan di Indonesia.
Dengan acara ini, Kementerian Pertanian berharap produk hortikultura Indonesia dapat semakin dikenal di pasar internasional, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi para petani, dan mengangkat citra hortikultura Indonesia di mata dunia.