Disertasi Peran Humas, Untar Luluskan Doktor Ilmu Manajemen dengan Raihan Cumlaude

AKM • Tuesday, 11 Jun 2024 - 21:16 WIB

Jakarta - Peningkatan kualitas menjadi  perhatian Perguruan Tinggi  Salah satu cara adalah dengan meningkatkan produktivitas lulusan dari para mahasiswa termasuk raihan gelar Doktor.

Universitas Tarumanegara (Untar) telah melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Manajemen yang berlangsung pada Senin 10 Juni 2024.  Salah satu kandidat Paula Tjatoerwidya Anggarina menjadi Doktor kedua lulusan program studi Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Untar.

Dalam disertasinya, Paula mengungkap penting peran humas untuk membangun reputasi untuk memenangkan persaingan. Hal ini karena besarnya jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai 4.356, yang di dominasi oleh perguruan tinggi swasta (PTS) sebesar 4.007.

“Pada umumnya salah satu bagian dalam organisasi yang menangani pengelolaan informasi dan komunikasi adalah humas, sehingga permasalah yang timbul adalah bagaimana PTS meningkatkan reputasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya,” kata Paula.

Paula mengatakan reputasi identik dengan membangun citra, sebagaimana citra atau image adalah dampak yang muncul pada saat informasi disampaikan kepada masyarakat.

“Reputasi adalah kumpulan dari citra, sehingga reputasi tidak dibangun dalam waktu singkat namun bertahun-tahun. Reputasi bisa rusak sekejap jika terdapat hal hal negatif yang dapat merusak citra itu sendiri”, ungkapnya.

Dengan demikian, humas ditujukkan untuk memberdayakan reputasi tersebut. Humas merupakan fungsi manajemen dan fungsi pengelolaan informasi dan komunikasi, organisasi serta publiknya untuk mempertahankan dan meningkatkan reputasi.

Strategi yang humas harus terapkan untuk menghindari hal-hal negatif yakni dengan melakukan monitoring terhadap pemberitaan di media massa, monitoring melalui informasi media sosial yang sangat cepat untuk menyebar informasi.

“Oleh karenanya, humas perlu berada di leher nya pimpinan perguruan tinggi, untuk menjawab dan merespon dengan cepat jika terjadi masalah, sehingga tidak menjadi bias dan masalah bergulir yang akhirnya merugikan perguruan tinggi,” ujar Paula.

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi riset lebih lanjut khususnya bagi pemangku kebijakan di setiap perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan manajemen reputasi melalui humas. Terdapat 5 faktor pendukung reputasi yang disorot yakni, akreditasi, kualitas lulusan, SDM, peringkat (ranking), dan kepemimpinan.

Dalam sidang tersebut, Rektor Untar Prof Agustinus Purna Irawan juga bertindak sebagai ketua sidang serta promotor utama yang mengumumkan hasil kelulusan Paula beberapa saat setelah pemaparan hasil disertasi dilakukan.

Atas keberhasilannya menjawab pertanyaan dari Dewan penguji dalam mempertahankan isi disertasinya, Doktor Ilmu Manajemen Untar meluluskan Paula dengan predikat pujian atau cumlaude.

“Hari ini Paula Tjatoerwidya Anggarina dinyatakan sebagai Doktor kedua lulusan program studi Doktor Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Tarumanegara, dengan yudisium terpuji atau cumlaude dengan IPK 4,00,” tandas Agustinus.