Menko PMK Dorong Anak Muda Terus Optimis, Asah Kreativitas, dan Jaga Etika di Era Digital

ANP • Wednesday, 22 May 2024 - 17:12 WIB

SURAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong anak muda untuk terus optimis memandang masa depan dan senantiasa mengasah kreativitas dengan tetap menjaga etika di era digital.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam agenda “Gathering Gen Digital Revolusi Mental 2024” dengan tema “Berbagi Hal Baik Untuk Indonesia Lebih Baik” yang diselenggarakan atas hasil kerja sama antara Kemenko PMK dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Solo Bersimfoni di Lokananta Surakarta, pada Rabu (22/5).

“Netizen Indonesia terkenal sadis tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai seluruh dunia. Ada yang perlu dibenahi dalam cara kita bermedia sosial. Sudah saatnya teknologi dan media sosial harus digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif dan kreatif,” ujar Muhadjir.

Muhadjir menekankan, Revolusi Mental jangan sekedar menjadi sebuah program, melainkan harus menjadi gerakan masif yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Revolusi Mental bukan sebuah program, tapi sebuah gerakan. Oleh karenanya harus tumbuh dari masyarakat, khususnya generasi muda,” imbuh Muhadjir.

Gen Digital Revolusi Mental diketahui merupakan wadah bertemunya para local champion, educator/influencer, dan generasi muda penggiat media di daerah yang mewakili lima aksi nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Gen Digital Revolusi Mental adalah mereka yang terlibat aktif mempublikasi konten di media sosial untuk berbagi praktik baik, mengamplifikasi, menstimulasi, serta memperluas gerakan aksi bagi masyarakat luas. 

Dalam sesi gelar wicara, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mendapat pertanyaan dari salah satu peserta terkait masih adanya ujaran kebencian dan perilaku “nyinyir” di media sosial. Gibran menyampaikan, ujaran kebencian sudah selayaknya untuk dilawan. Selain itu, Gibran juga menekankan pentingnya anak muda beradaptasi secara positif dengan teknologi seperti media sosial bahkan artificial intellegence.

“Hate speech perlu dilawan dengan tetap berbuat baik dan berkarya. Saya pernah mengalami ujaran kebencian ketika Pemkot turut merayakan hari raya Natal, nyatanya kegiatan tersebut membawa berkah bagi pedagang asongan, tukang tenda, hotel, UMKM. Kerukunan antar umat juga terjaga. Jadi masyarakat sendiri yang membuktikan,” ujar Gibran.

Antusias peserta yang hadir dalam pertemuan itu berasal dari sejumlah perwakilan organisasi anak muda, seperti Pusat Kajian Perempuan Kota Solo, Pemuda Penggerak, Karang Taruna Indonesia, GENRE, Forum Anak, Yayasan Kakak, Pemuda Agama Konghucu Indonesia, Generasi Muda FKUB, Tunggul-Komunitas Lingkungan Hidup, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat, Solo People Rotrac, Mahasiswa PAP, KOPMA UNS, HIPMI Kampus, Radio Konanta, KADIN, HIPMI, GENBI, Pramuka, PCNU, Fatayat NU, IPM, SPEKHAM, Omah Hijau, Masyarakat Lintas Kultural Surakarta, MES, JCI, dan kaum muda Solo lainnya.

Usai gelar wicara, peserta dibagi dalam empat tim dan diajak melihat langsung aksi nyata yang membawa nilai-nilai revolusi mental di empat lokasi Kota Surakarta, di antaranya Kampung Dahsat di Kelurahan Jebres yang mengimplementasikan nilai-nilai gotong royong dan semangat melayani, Kampung Pancasila yang mengedepankan semangat Bersatu, Koridor Gatot Subroto hingga Ngarsopuro yang telah ditata apik sebagai upaya pengembangan dan peningkatan ekonomi kreatif yang selaras dengan semangat kemandirian, serta Solo Techno Park yang menjadi center of excellent Kota Surakarta yang meneguhkan semangat melayani pemerintah kota demi kemajuan teknologi dan kreativitas anak muda.

Selain Surakarta, agenda itu rencananya akan dilaksanakan di tiga kota lain, seperti Lampung, Bali, dan Makassar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat anak muda melakukan kolaborasi dan berbagi praktik baik sehingga dapat melahirkan talenta yang dapat yang dapat memberi inspirasi kebaikan ke seluruh pelosok negeri.

Turut hadir dalam agenda tersebut, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Aris Darmansyah Edisaputra, serta Koordinator Gugus Tugas Nasional GNRM Ravik Karsidi.