Elon Musk Mau Investasi di Indonesia, Menteri AHY Pastikan Beri Kepastian Hukum Hak Lahan

FAZ • Tuesday, 21 May 2024 - 13:22 WIB

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/Kepala BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyiapkan lahan untuk kebutuhan investasi Elon Musk di Indonesia. AHY pun menyambut baik CEO SpaceX tersebut.

AHY mengatakan, pada prinsipnya Kementerian ATR/BPN menerima dengan baik segala bentuk investasi demi kemajuan Indonesia, pihaknya juga siap untuk menyediakan lahan untuk kepentingan investasi Bos Tesla itu ke Indonesia.

"Jadi kembali prinsip dasarnya kita senang kalau ada, jangankan Elon Musk tokoh yang dikenal dan investor berpengaruh di dunia sebagai seorang entrepeneur tapi juga seorang intelektual dan visioner yg punya jangkauan begitu luas, siapapun mau dari negara manapun yang ingin menanamkan modalnya melalui investasi di Indonesia tentu kita terima dengan baik. Kita ingin memberikan kepastian hukum, termasuk terkait dengan lahannya," ujar Menteri AHY di sela-sela World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali pada Senin.

Seperti diketahui, Elon Musk telah meresmikan pengoperasian layanan internet Starlink di Indonesia pada rangkaian acara World Water Forum (WWF) ke- 10 di Bali.

Sehubungan dengan masuknya Starlink di Indonesia, Kementerian ATR/BPN turut berperan dalam memberikan kepastian hukum bagi terciptanya investasi di Indonesia, salah satunya berkaitan dengan hak atas tanahnya.

"Ini yang seringkali dipertanyakan dan juga kalau ada yang tidak baik, menjadi komplain. Mengapa berbelit-belit, mengapa tidak jelas. Nah kita tidak ingin itu terjadi, maka kita benahi administrasi, termasuk perizinan dan sebagainya," ujar Menteri AHY.

Menurut Menteri AHY, yang terpenting dari mewujudkan investasi adalah penyelenggaraannya sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebab pada dasarnya investasi dilakukan adalah demi peningkatan ekonomi masyarakat maupun Indonesia itu sendiri.

"Indonesia tidak boleh hanya mendapatkan atau menjadi tempat saja. tetapi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, kembali untuk ekonomi dan rakyat kita sendiri. Jadi inilah yang menjadi komitmen dan semangat dari Kementerian ATR/BPN," pungkas Menteri AHY.