
Jakarta - Sumber air bersih adalah air yang terlindung seperti air ledeng/keran, keran umum, hydrant umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air dan sumur terlindung, sumur bor atau sumur pompa, yang jaraknya minimal 10 m dari pembuangan kotoran, penampungan limbah atau pembuangan sampah. Tidak termasuk air kemasan, air dari penjual keliling, air yang dijual melalui tanki, air sumur dan mata air tidak terlindung.
Sedangkan, Air Minum Aman merupakan air yang digunakan untuk minum dalam kehidupan sehari-hari, untuk dimasak, dan kebutuhan lainnya. Air ini haruslah terbebas dari kontaminasi patogen dan senyawa kimia prioritas, dengan kata lain adalah air yang telah memenuhi standar.
Namun faktanya, Indonesia termasuk negara dengan fenomena pengguna air isi ulang lebih banyak dibandingkan penggunaan air PDAM.
Nusa Idaman Said selaku Peneliti Ahli Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menggunakan layanan dari PDAM dan masih menggunakan air sumur, air sungai dan untuk air kebutuhan minum saja, banyak penggunaan air isi ulang dan sebagainya.
Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Tahun 2020 menyatakan bahwa akses kualitas air minum aman sebesar 11,9%, dan 40,8% masyarakat yang menggunakan sarana air minum bersumber dari air tanah.
Disamping itu, sebanyak 14,8% rumah tangga di Indonesia menggunakan sumur gali untuk kebutuhan minum dengan tingkat risiko pencemaran yang tinggi.
Kontaminasi air minum dapat terjadi mulal dari sumber air baku, selama proses pengolahan ataupun pada pipa distribusinya.
Pencemaran sumber air dapat terjadi akibat aktifitas kegiatan manusía maupun terjadi secara alami. Pencemaran berupa pembuangan limbah sembarangan maupun sampah.
Menyikapi permasalahan ini, Viessman meluncurkan produk baru bentuk inovasi sebagai solusi air kotor bagi masyarakat. Produk ini ialah Vitopure S2-2G, yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Indonesia. Sistem inovatif ini bertujuan untuk menyediakan pasokan air yang bersih dan aman untuk membantu menjaga kesehatan dan kesejahteraan keluarga di Indonesia.
"Menyadari urgensi dari situasi ini, Viessmann memperkenalkan Vitopure S2-2G, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan spesifik yang dihadapi oleh rumah tangga Indonesia. Melalui peluncuran produk ini merupakan sebagai manifestasi dan komitmen kami untuk menyediakan solusi air bersih dan aman. kami telah memperhitungkan berbagai faktor seperti variasi kualitas air dan kontaminan regional, untuk memastikan kinerja dan keandalan yang optimal," ucap Richard Chua selaku Head of Sales Southeast Asia, Viessmann Climate Solutions.
Vitopure S2-2G ini memiliki 4 tahap sistem penyaringan canggih, sehingga Vitopure S2-2G mampu mengurangi kekeruhan hingga 95% dan koliforma hingga 99%, tentunya dengan tingkat efektivitas yang bergantung pada kualitas sumber air.
"Vitopure S2-2G sebagai produk pemurni air ini juga memiliki sistem dengan menggabungkan konfigurasi pasir kuarsa berlapis ganda untuk menyaring dan menghilangkan partikel padat yang besar, sedimen, alga dan lumut secara efisien. Disamping itu, lapisan garnet tambahan juga menyaring partikel yang lebih kecil. Dengan begitu dapat meningkatkan kualitas air yang diolah dengan menyerap warna, bau, dan klorin," jelas Rainer Jeremiah, selaku Product Management Specialist, PT. Aditya Sarana Graha, distributor resmi Viessmann Climate Solutions di Indonesia. (Von)