FILM Tarot, tentang Kutuk di Balik Tarot dan Astrologi

MUS • Wednesday, 15 May 2024 - 16:43 WIB

Genre: Horor
Sutradara dan Penulis: Spenser Cohen & Anna Halberg
Pemeran: Harriet Slater, Adain Bradley, Avantika, Wolfgang Novogratz, Humberly González, Larsen Thompson, Jacob Batalon. 
Durasi: 1,5 jam
Distributor: Sony Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 15 Mei 2024

Dalam Tarot, sekelompok teman meramal melalui kartu tarot dan zodiak. Diramal oleh Haley (Harriet Slater), enam temannya lain turut terlibat dalam ritual meramal, saat mereka menyewa rumah mewah di tempat terpencil. 

Masalahnya, kartu tarot yang digunakan merupakan benda gaib terkutuk. Tanpa sadar, para penggunanya harus menghadapi konsekuensi, dan takdir mengerikan. 

Sepanjang film, kita akan diajak mengikuti pengalaman horor klasik, ruangan gelap, pintu yang menderit, kesunyian dan bisikan-bisikan, serta segala kejutan menakutkan. Semua elemennya disajikan secara refreshing, mewakili karakter Haley dan kawan-kawan, mahasiswa yang terkesan asyik, dengan problematika masing-masing. 

Selain itu, penonton merasa perlu ikut mengungkap misteri di balik kartu tarot. 

Saat para sineasnya meneliti tarot dan astrologi, sutradara sekaligus penulis: Anna Halberg dan Spenser Cohen menemukan ide yang akan menggerakkan keseluruhan film. 

“Jangan gunakan kartu orang lain, itula salah satu aturan utama tarot. Setiap kartu sangat pribadi – dan khususnya dalam film ini. Pemiliknya benar-benar menuangkan dirinya ke dalam kartunya. Dan itu akan menimbulkan dampak yang sangat negatif bagi karakter kita," tutur Halberg.

Dengan imajinasi mereka yang penuh dengan ide-ide dari penelitian, Halberg dan Cohen mendatangkan para ahli. “Kami ingin film ini didasarkan pada fakta dan sejarah nyata, dan tarot serta astrologi adalah dua disiplin ilmu yang telah ada untuk memprediksi masa depan selama ratusan, mungkin ribuan tahun,” kata Halberg. 

Mereka pun mendatangkan ahli tarot, Angie Banicki, yang membantu memberikan banyak hal demi kredibilitas film ini. 

"Dia datang untuk memastikan, semua hal yang kami miliki dalam naskah, masih masuk akal, dan untuk mengawasi semua tarot kami. Siapa pun yang mengetahui astrologi dan tarot akan melihat bahwa penyebarannya benar-benar sesuai – dan ada beberapa kejutan yang menyenangkan di sana,” jelasnya.

Keduanya menyadari, dalam ketidakpastian, orang akan beralih ke tarot dan astrologi dan mencoba agar masuk akal. Dari sana, Halberg dan Cohen mengeksplorasi ide zaman dahulu kala, saat masa depan ditulis di antara bintang-bintang, atau benarkah kita memiliki keinginan bebas atas takdir kita. 

"Itulah hal besar, universal, sebuah tema global yang terkoneksi dengan semua orang. Tetapi intinya, film ini menjadi sebuah cerita percakapan peremuan dengan kematian, kisah tentang proses belajar mengatasi trauma, dan lebih dari itu, untuk merelakan," kata Cohen.

Pemahaman mendalam itu justru yang akan diselami penonton melalui tokoh utama dalam "Tarot".  (*)