
NTB - Unicef indonesia melakukan kunjungan ke Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (02/04/24) dalam rangka hari World Water Forum.
Kabupaten Sumbawa Barat merupakan kota pertama di Indonesia yang meraih capaian 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Pada kunjungan pertama, Unicef Indonesia dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat melakukan kunjungan ke PAUD Terpadu Mulya untuk meninjau penerapan fasilitas sanitasi murid PAUD.
Muhammad Zainal selaku Spesialis Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) Unicef Jakarta mengatakan, salah satu dukungan Unicef adalah memperkuat PAUD untuk mempromosikan perilaku hidup bersih kepada anak-anak.
"Kenapa anak-anak PAUD sangat penting, karena disitu sebenarnya pembentukan karakter, jadi dari kecil sudah membiasakan perilaku hidup bersih, maka nanti juga akan terbawa pada saat nanti dia besar, atau dia berada di keluarganya. Nah di Kabupaten ini ada 40 PAUD yang Unicef dukung, kegiatannya berupa pelatihan untuk guru dan pelatihan untuk orang tuanya. Kita beri dukungan berupa sarana-sarana cuci tangan dan alat permainan yang mereka bisa gunakan untuk memahami kenapa cuci tangan penting," ucap Zainal.
Kunjungan selanjutnya yaitu ke Puskesmas Jereweh. Puskesmas yang memiliki serana fasilitas air sanitasi yang memadai dan toilet ramah disabilitas.
"Kami dengan Kementerian Kesehatan mendukung 146 puskesmas untuk meningkatkan fasilitas air sanitasi dan harapannya pemerintah bisa me-scale up program ini ke seluruh puskesmas di Indonesia," tambah Zainal.
Kepala UPTD Puskesmas jereweh, Iwan Setia Bhudy mengatakan, sebelumnya debit air di Puskesmas Jereweh sangat kecil sehingga sering mendapat keluhan dari pasien.
"Alhamdulillah setelah dapat dukungan dari Unicef dan Pemda saat ini kita udah gak kekurangan air, pasien disabilitas bisa masuk ke toilet sendiri tanpa harus didampingi dan Puskesmas Jereweh tidak pernah lagi kekurangan air bersih," ungkap Iwan.
Kunjungan ke tiga yaitu ke Desa Sermong yang sudah menerapkan 5 pilar STBM. Kepala Desa Sermong, Rosidi mengatakan, penerapan 5 pilar STBM ini melibatkan seluruh masyarakat desa, mulai dari menyapu halaman di pagi hari hingga pembuatan sumur serapan di setiap rumah warga.
Kunjungan terakhir ke IPLT Desa Batu Putih untuk mengetahui proses pengolahan limbah rumah tangga.
"Karena sanitasi itu tidak cukup hanya menggunakan toilet, harus dipastikan tinja diolah dengan baik, makanya ada penyedotan secara berkala, selanjutnya dibawa kesini, dan diolah. Hasil pengolahannya bisa digunakan sebagai pupuk," tutup Zainal.
Komitmen Pemda Kabupaten Sumbawa Barat dalam capaiaan 5 Pilar STBM pertama di Indonesia, serta komitmen pengelolaan sanitasi aman untuk peningkatan derajat kesehatan dan kejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat termasuk berdampak pada penurunan angka stunting.
Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin mengungkapkan, sosialisasi kepada masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kesadaran bahwa harus menjaga lingkungan agar tetap bersih.
"Awalnya kesadaran ini muncul dari kita-kita pengambil kebijakan, lalu kita sosialisasi lewat sekolah, sepanduk, dan semua media. Karena untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus bagaimana supaya lingkungan ini harus bersih, termasuk juga dengan stunting alhamdulillahnya di daerah kami stuntingnya hanya 10%," tutup Musyafirin.