Generasi Muda, Yuk! Bijak Bermedia Sosial

ANP • Thursday, 18 Apr 2024 - 07:10 WIB

SEMARANG - Dalam rangka program Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan webinar mengenai penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Jawa Tengah dengan "Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Generasi Muda" pada Selasa (16/4/2024). 

Kali ini hadir pembicara program kegiatan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2024 yang ahli di bidangnya untuk berbagai bidang antara lain Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya Eko Pamuji, Social Media Specialist sekaligus Founder Mom Influencer Indonesia Chyntia Andarinie, dan Pengurus Relawan TIK Jember Afif Ainur Rifqi.

Survei terbaru dari We Are Social dan Kepios 2022 menyebutkan, pengguna internet di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya, kini bahkan mencapai 204 juta pengguna atau sudah digunakan oleh 73,7 persen penduduk Indonesia. 

Sejumlah 80,1 persen penduduk Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi dan dapat menghabiskan waktu 8 jam 36 menit dalam satu hari menggunakan internet. 

"Inilah pentingnya literasi digital agar kita bisa mengimbangi perubahan teknologi agar kita bisa lebih baik dan bisa beradaptasi. Perkembangan internet luar biasa, setiap hari terus bertambah di Indonesia. Itu artinya masyarakat kita sudah familiar dengan internet, tinggal bagaimana memahamkan mereka (literasi internet)," kata Eko. 

Eko menyebutkan perkembangan teknologi informasi dunia memberi perubahan pada gaya hidup masyarakat. Saat ini segalanya jadi lebih mudah, cepat, praktis, dan murah, sehingga masyarakat cenderung percaya pada aktivitas digital yang beresiko tinggi. 

"Oleh karena nyaman kita harus cakap digital. Artinya kita harus cakap mencermati setiap informasi di media sosial artinya kita harus cerdas dan cermat,” jelasnya. 

Eko menyampaikan generasi muda butuh kecakapan dalam bermedia sosial karena karakter generasi muda yang masih mencari jati diri dan masa transisi menuju dewasa.

Sementara media sosial menjadi media baru yang mampu memberi ruang mudah, murah, dan cepat, sehingga dibutuhkan kemampuan memilih informasi yang benar.  

"Kalau dalam konteks berita, berita itu produk jurnalistik. Pastikan bahwa informasi itu benar dengan cara menguji dan memverifikasi ke media pers. Bisa juga melakukan verifikasi ke lembaga resmi," jelas Eko. 

Sementara informasi di media sosial, dipublikasikan oleh akun-akun sendiri. Eko menyarankan untuk selalu berpikir ulang untuk mendistribusikan lagi konten yang benar, apalagi jika dipastikan tidak benar. 

"Ada dampak buruk jika berlebihan mengonsumsi informasi di ruang digital, terutama remaja. Mereka bisa jadi kecanduan, sulit atur waktu, malas belajar, menendang waktu, dan kurang sosialisasi,” pungkas Eko. 
 
Cynthia di sisi lain menyampaikan media sosial layaknya pisau bermata dua, tetap memiliki sisi positif. Manfaat tersebut antara lain, meningkatkan kesadaran, memperluas pemahaman, peluang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan partisipasi berkelanjutan.  

Selain itu, generasi muda dapat belajar budaya lokal dan ikut berpartisipasi mengenalkan ragam budaya lokal dengan cara membuat konten kreatif di media sosial. 

“Tidak hanya saat acara 17 Agustus saja, tetapi bisa dari keseharian kita bisa dibuat sebagai konten kreatif seperti makanan, kesenian, dan tradisi lokal,” kata Cynthia. 

Sama seperti Eko, Cynthia meminta pengguna bijak penggunaan media sosial lewat mengendalikan waktu penggunaan media sosial. 

Afif menambahkan, netiket atau etika dalam menggunakan internet khususnya media sosial juga penting agar generasi muda cakap digital. 

Netiket, disebutkan Afif dapat mengurangi dampak negatif dari media sosial seperti cyberbullying, pembuatan dan penyebaran konten negatif, ketergantungan media sosial, serta gangguan kesehatan mental. 

“Kita harus sadar bahwa kita tidak hidup sendiri di dunia ini atau kita harus selalu berhubungan dengan orang-orang lain, sehingga kita harus sadar dan bertujuan bagaimana kita menggunakan media sosial,” kata Afif.  

Dampak yang dihasilkan dari penggunaan media sosial yang beretika dapat meningkatkan literasi digital, membangun komunitas, mengembangkan kreativitas, serta mendatangkan pekerjaan. 

"Beranikan dirimu untuk menjadi agen perubahan di dunia digital! Gunakan mediamu dengan bijak, sebarkan kebaikan, dan ciptakan dunia yang lebih indah," jelas Afif. 
 
Sebagai informasi, Webinar Makin Cakap Digital merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo). Adapun informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui Website literasidigital.id atau akun Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Literasi Digital Kominfo dan Youtube Literasi Digital Kominfo.