Menkominfo Terima Usulan Penetapan Hari Keterbukaan Informasi Nasional

ANP • Wednesday, 24 Jan 2024 - 19:36 WIB

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika RI Budi Arie Setiadi menerima usulan dari Lembaga Negara Komisi Informasi (KI) Pusat untuk penetapan Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HAKIN) 28 September. Naskah Filosofis dan Historis Urgensi Penetapan HAKIN diserahkan langsung oleh Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro bersama Wakil Ketua Arya Sandhiyudha, Komisioner Rospita Vici Paulyn, Samrotunnajah Ismail, dan Syawaludin didampingi Plt Ses KI Pusat Nunik Purwanti di Gedung Kemenkominfo Jakarta, Rabu (24/01/2024).

Menkominfo yang didampingi Sekjen Mira Tayyiba bersama Dirjen IKP Usman Kansong, menyambut baik usulan penetapan HAKIN dari KI Pusat. Menurutnya untuk penetapan HAKIN 28 September yang non hari libur masih harus menunggu Keputusan Presiden (Keppres) namun Kemenkominfo sudah menyatakan persetujuannya.

Ia mengatakan usulan penetapan HAKIN yang bertepan dengan peringan hari Hak untuk Tahu Sedunia (RTKD/Right to Know Day) sudah tepat karena ada sejumlah hari peringatan nasional di tanah air yang mengaitkan dengan hari peringatan internastional. Dicontohkannya seperti peringatan hari buruh international (May Day)  yang bersamaan dengan hari peringatan buruh nasional setiap tanggal 1 Mei.

Sementara Ketua KI Pusat Donny Yoesgiantoro menyampaikan bahwa peringatan HAKIN diusulkan 28 September sebagaimana hari peringatan RTKD untuk mengenang momentum Peringatan Hari Hak untuk Tahu International pertama kali yang dideklarasikan di Sofia, Ibu Kota Bulgaria pada 28 September 2002.  Menurutnya, saat itu, Organisasi Kebebasan Informasi dari berbagai negara membentuk sebuah jaringan yang disebut Jaringan Advokat Kebebasan Informasi (FOIA Network).

Menurutnya, sejumlah Negara di dunia juga telah mengadopsi peringatan RTKD sebagai Hari Keterbukaan Informasi Nasional setiap 28 September.  Diantaranya,  Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, dan Taiwan.