Pileg 2024, Tingkatkan Pendidikan Politik Pasca Bayar di Masyarakat 

AKM • Saturday, 20 Jan 2024 - 11:36 WIB

 

Jakarta - Pileg 2024 yang saat ini masuki tahap kampanya dalam posisi yang tidak Ideal.  Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Mustafa M Radja mengatakan persaingan tidak sehat para caleg tampak dilakukan dengan sejumlah cara.

“ Cara itu diantaranya dengan memberikan dana dan bansos yang nilainya makin besar untuk meraih suara dan dukungan masyarakat,” ujar Mustafa kepada Media, Jakarta, Jumat (19/1).

Mustafa yang juga Caleg Partai Golkar Jakarta Dapil 3 ini menjelaskan jika hal ini dilakukan maka akan memciptakan politik Pra Bayar. Para caleg memberikan dana termasuk dengn hanya diutus para team sukses.

“Para caleg bayar dimuka dengan memberikan dana dan bansos tapi kemudian ditinggalkan masyarakat pemilih ketika sudah jadi dan datang lagi 5 tahun kemudian,” tegasnya.

Menurut Mustofa Caleg bernomer urut 4 ini, persaingan yang  sehat adalah dengan mengedepankan visi, misi dan gagasan terutama harapan untuk diwujudkan  sebagai hak pemilih dari para caleg dalam meraih suara dukungan. 

“ Ini dinamakan politik Pasca Bayar, mengedepankan visi-misi lalu ketika sudah berhasil jadi amggota dewan barulah masyarkakat dapat diberikan hak-haknya dan berlangsung secara berkesimbungan,” tegasnya.

Mustiofa menambahkan, hak masyarakat itu terkait dengan masalah lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan. Langkah ini sekaligus sebagai pendidikan politik untuk masyarakat yang juga dilakukannya.

“Sebagai anggota DPR, mereka diberikan dana reses, dana aspirasi dan lainnyayang mencapai Rp 2 milyar lebih peranggota dewan. Dana itu adalah dana habis yang bisa digunakan masyarakat ,” ungkap Mustofa.

Mustofa menegaskan  mereka  yang terpilih harus bisa menyalurkan kepada masyarakat sesuai kebutuhan mereka terkait akses peluang usaha, pendidikan dan dan kesehatan.

“Semua  disalurkan kepada masyarakat dan tidak untuk kepentingan pribadi anggota dewan,” pungkasnya.