Duh! Media Asing Sebut Dinasti Politik Jokowi Bakal Rugikan Ekonomi RI

ANP • Friday, 19 Jan 2024 - 17:50 WIB

JAKARTA - Media asing ternama, yaitu Bloomberg, kembali menyoroti Pilpres 2024. Mereka menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia semakin tidak nyaman dengan dinasti politik, sebuah hal yang biasa terjadi di negara ini sejak merdeka pada 1945.

Isu dinasti politik yang sedang dibangun Joko Widodo (Jokowi) mencuat setelah Presiden RI tersebut memberikan karpet merah kepada putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai cawapres.

Di sisi lain, sosok Prabowo juga tak lepas benang merah sejarah dinasti politik lantaran pernah menjadi mantan menantu Presiden kedua RI Suharto.

Sepuluh dari 17 responden dalam survei Bloomberg mengatakan bahwa sebuah dinasti politik di bawah Jokowi tidak akan menjadi pertanda baik untuk pasar dan ekonomi.

Meskipun Jokowi berkuasa satu dekade lalu sebagai sosok sederhana yang mempromosikan dirinya sebagai orang yang merakyat, putra-putranya kini aktif terlibat dalam politik.

Gibran Rakabuming menjabat sebagai Walikota Solo. Sementara itu, Kaesang Pangarep, sang putra bungsu, didapuk sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tak lupa, menantu Jokowi, Bobby Nasution kini menjabat sebagai walikota Medan, salah satu kota terbesar di Indonesia.

Tuduhan-tuduhan nepotisme merebak tahun lalu setelah Mahkamah Konstitusi, yang diketuai oleh hakim agung Anwar Usman yang merupakan saudara ipar Jokowi, menurunkan batas usia yang memenuhi syarat untuk menjadi presiden dan wakil presiden.

Hal ini membuka jalan bagi putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang berusia 36 tahun, untuk maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2024. Jokowi membantah berusaha menciptakan sebuah dinasti politik, dengan mengatakan bahwa para pemilih Indonesia akan memutuskan siapa yang akan menang.

Ian Wilson, seorang dosen senior dan peneliti senior di Pusat Penelitian Indo-Pasifik Universitas Murdoch mengatakan tidak ada jaminan bahwa kebijakan-kebijakan Jokowi akan berlanjut di bawah kepresidenan Prabowo. 

"Begitu Jokowi tidak menjabat lagi, pengaruh politiknya akan berkurang secara signifikan. Dia tidak memiliki sumber daya keuangan yang signifikan untuk memberikan pengaruh, atau kendaraan politik yang kuat," ujar Ian, yang tidak ikut serta dalam survei Bloomberg. 

Berikut hasil survei Bloomberg soal Pilpres 2024 

• Pertambangan dan logam adalah sektor yang paling menarik bagi para investor untuk menjadi fokus mereka selama tahun pemilihan umum, diikuti oleh infrastruktur dan energi terbarukan.

• Para analis mengatakan bahwa kebijakan hilirisasi Indonesia harus dilanjutkan oleh Presiden penerus Jokowi, diikuti oleh reformasi infrastruktur dan transisi energi hijau.

•Sebagian besar responden mengatakan bahwa ketergantungan yang besar pada batu bara adalah satu kebijakan yang seharusnya tidak dilanjutkan.