
Kairo - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Bulan Sabit Merah Mesir (Egyptian Red Crescent) memperkuat kerja sama untuk penanganan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik Gaza yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum Kerja Sama kedua pihak di Markas Bulan Sabit Merah Mesir di Kairo, Mesir pada Kamis, 4 Januari 2024.
Penandatanganan dilangsungkan secara hybrid dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PMI, Dr. Abdurrahman Mohammad Fachir secara online dari Jakarta dan CEO Bulan Sabit Merah Mesir, Dr. Ramy El Nazer di Mesir.
“PMI memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya seluruh personal Bulan Sabit Merah Mesir dalam mengelola bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Oleh karena itulah PMI akan terus memperkuat kerja sama dengan BSM Mesir. Tidak hanya dalam penanganan kedaruratan, namun nantinya juga berkontribusi dalam upaya pemulihan dan rekonstruksi,” kata Sekjen PMI, AM. Fachir.
Ditambahkan Sekjen PMI, penandatanganan MoU dengan BSM Mesir ini adalah wujud kongkrit rencana penyaluran bantuan donasi masyarakat Indonesia kepada warga Gaza melalui PMI. Kerja sama ini sebagai tindak lanjut komitmen PMI dalam pertemuan delegasi BSM Mesir dan PMI di sela-sela Asia Pacific Red Cross Red Crescent Conference di Hanoi Vietnam padaNovember lalu.
Sementara itu, Dr. Ramy El Nazer CEO Egyptian Red Crescent menegaskan perlunya dukungan masyarakat internasional, utamanya Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk bersatu mendorong pemenuhan kebutuhan dasar para warga Gaza yang saat ini tertindas dan sangat menderita.
“Lebih dari 1,5 juta warga Gaza kehilangan tempat tinggal tanpa mendapatkan akses kebutuhan dasar yang memadai. Kondisi shelter yang sangat minim, pasokan listrik yang sangat terbatas, pasokan makanan dan minuman yang juga sangat terbatas. Kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus bekerjasama membantu mereka yang menderita akibat agresi yang tidak berperikemanusiaan ini,” katanya.
Sebagai sesama anggota keluarga gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, PMI dan BSM Mesir sangat memahami untuk saling mendukung misi kemanusiaan untuk korban terdampak konflik Gaza sebagai upaya penyelamatan jiwa warga Gaza dan perlindungan terhadap martabat serta hak-hak dasar warga Gaza.
Kondisi konflik yang terus berlanjut di Gaza menyebabkan penderitaan yang luar biasa dan mendorong peningkatan kerentanan terhadap kesehatannya. Fungsi dan akses pelayanan kesehatan terganggu. Bencana kesehatan masyarakat berkembang pesat di Gaza dengan tingginya tingkat kematian dan cedera akibat kekerasan, pengungsian massal, kepadatan penduduk, gangguan besar dan disfungsi sistem kesehatan, serta kerusakan infrastruktur air dan sanitasi. Penyebab stres yang parah terhadap kesehatan mental memengaruhi seluruh populasi, termasuk pemboman dan pengepungan. Kehancuran sangat menghalangi akses ambulans ke fasilitas kesehatan dan korban luka.
PMI akan terus mempercepat penyaluran bantuan dari masyarakat Indonesia bagi warga korban konflik di Gaza melalui BSM Mesir berupa makanan, air minum, perlengkapan kebersihan, selimut, pakaian, serta peralatan dan perbekalan kesehatan. Sedangkan BSM Mesir bertanggungjawab untuk mengelola pengadaan dan proses pengiriman barang bantuan tersebut secara aman dan terjamin ke lokasi yang disepakati dari Mesir hingga ke penerima manfaat di Gaza.