Milad ke-6 Tahun, LAZ UCare Indonesia Kembangkan Sayap dari Kota Bekasi ke Provinsi

AKM • Thursday, 2 Nov 2023 - 06:38 WIB

Bekasi - Bertepatan dengan Milad ke-6 tahun, Lembaga Amil Zakat (LAZ) UCare Indonesia yang berkantor pusat di Kota Bekasi resmi menjadi LAZ Provinsi Jawa Barat setelah dikeluarkannya SK (Surat Keputusan) dari Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Ketua Yayasan UCare Indonesia, Muhammad Anwar, mengatakan bahwa pencapaian tersebut berkat dukungan mustahik, muzakki, dan para mitra. 

“Enam tahun UCare Indonesia, bersama memberi arti, kami mohon doa dan dukungan dari para stakeholders, agar kami tetap amanah, istiqomah, dan tetap menjaga 3A: aman NKRI, aman regulasi, dan aman syari,” jelas Anwar dalam acara Seminar Penguatan Ekosistem Zakat, Bekasi, Rabu (01/11).

Terkait dengan target penyaluran donasi, UCare Indonesia optimis dapat mencapai target Rp20 milyar. 

“Untuk level kota, target kami Rp3 milyar tapi kenyataannya, kami dapat menyalurkan mencapai *Rp15 milyar*. Selanjutnya, setelah naik kelas, target penyaluran Rp20 milyar dengan coverage di wilayah Jawa Barat,” tutup Anwar.

Dalam kegiatan tersebut, LAZ UCare Indonesia juga memberikan apresiasi kepada para mitra yang telah aktif dalam penghimpunan dan penyaluran zakat.

Lembaga-lembaga tersebut di antaranya: SDIT Al Muzzammil, SDIT Gameel Akhlaq, SDIT Al Mardhiyah, Yayasan Al Fatih, Yayasan El Tartil, DKM Masjid Asabri, STIU Darul Hikmah, STEI SEBI, dan Ikapunija.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur menyampaikan harapannya agar UCare Indonesia dapat berkembang menjadi lembaga yang lebih besar. 

“Saya berharap LAZ UCare Indonesia ini akan tumbuh menjadi lembaga yang besar, lembaga yang berkontribusi kepada negara, bangsa, dan masyarakat merasakan manfaatnya. Kemudian tidak boleh berhenti hanya jadi LAZ Provinsi tapi menjadi LAZ nasional dalam tempo yang sesingkat-singkatnya,” harap Prof. Waryono.

Salah satu program yang digulirkan oleh KUA Kota Bekasi dan UCare Indonesia adalah wakaf calon pengantin. 

“Calon pengantin yang ingin menikah dianjurkan untuk berwakaf dalam bentuk uang nanti dikelola oleh KUA sampai menjadi besar. Wakaf ini menjadi simbol bahwa cinta mereka abadi,” jelas Prof. Waryono. 

Tujuan wakaf calon pengantin tersebut, jelas Prof. Waryono, adalah agar uang yang diwakafkan dapat menjadi produktif sehingga menjadi solusi dari permasalahan sosial. 

Program wakaf calon pengantin di Kota Bekasi merupakan program percontohan yang nantinya akan menjadi program nasional dengan harapan dapat lebih meluas diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut, UCare Indonesia bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Bekasi, khususnya dengan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dalam mengedukasi masyarakat tentang zakat dan wakaf. 

Ketua Pokjaluh Kota Bekasi H. Misong mengatakan, dengan kerja sama tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami tentang zakat. 

“Kami akan lebih banyak berinteraksi dengan majelis taklim di kelurahan-kelurahan, kami sampaikan literasi zakat agar para aghniya maupun mustahik juga memahami tentang zakat,” jelas Misong.

Selain dengan Pokjaluh, untuk menguatkan kelembagaan, LAZ UCare Indonesia juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan stake holder, antara lain dengan  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI), Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Prokami, dan Yayasan As-Suryaniyah.