RekaPreneur Hadir Menyapa Yogyakarta, Kedaireka Perluas Kolaborasi dengan Innovation Fund

MUS • Thursday, 31 Aug 2023 - 06:18 WIB

Yogyakarta – Setelah sukses di 8 kota sebelumnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud melalui Kedaireka kembali menghadirkan seri RekaPreneur yang merupakan perwujudan optimisme dalam menyalakan semangat kolaborasi inovasi melalui program Innovation Fund. RekaPreneur ke-9 (sembilan) diselenggarakan oleh Kedaireka pada Jumat, 25 Agustus 2023 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta.

RekaPreneur, sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka, kali ini diisi oleh pemateri dari tim Kedaireka, jajaran akademisi perguruan tinggi, praktisi petinggi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), serta para calon penerima manfaat program Innovation Fund Kedaireka batch 3.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek RI, Prof. Nizam menyampaikan bahwa RekaPreneur diharapkan mampu memperkuat rasa saling percaya antara Perguruan Tinggi dengan Dunia Industri. Kegiatan ini sekaligus menjadi katalis dalam menciptakan lebih banyak lagi kesuksesan kolaborasi antara insan perguruan tinggi dengan mitra industri di seluruh Indonesia. Selain itu, dapat menghasilkan solusi terbaik bagi industri dan masyarakat.

“RekaPreneur kami fokuskan untuk memperkenalkan secara menyeluruh program Innovation Fund yang menjadi solusi untuk meningkatkan peluang terjadinya kolaborasi inovasi. Sepanjang tahun 2023 ini, Innovation Fund telah berhasil menyatukan (14) empat belas kolaborasi inovasi. Saya harap dengan segala kemudahan proses yang ditawarkan dapat lebih banyak lagi ide-ide inovasi yang akan tercipta kedepannya,” ujar Nizam.

Pada seri Rekapreneur kali ini mengangkat tema “Memperkuat Kolaborasi dengan Innovation Fund”. Sesi diisi oleh Kepala LLDIKTI wialyah V Prof. Aris Junaidi, Tim Kemitraan Ekosistem Kedaireka, Pengusul Terpilih Rekapitch 2022 Dr. Eng. Yuyun Tajunnisa, ST., MT.,. Narasumber industri yaitu EVP Divisi TJSL PT Pegadaian Rully Yusuf dan Apoteker Penanggung jawab CV Agradaya (UMKM Binaan PT Pelindo {Persero}) Arief Ananda Putra.

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari perwakilan Insan Perguruan Tinggi yang ada di sekitar Yogyakarta dan perwakilan Mitra DUDI. Sementara itu, perusahaan yang berencana akan bergabung dalam program Innovation Fund batch ke-3 yaitu PT Pegadaian dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Ketua Tim PMO Kedaireka, Dr. Ing. Mahir Bayasut menyampaikan bahwa belasan kolaborasi inovasi yang telah terjalin berkat program Innovation Fund menjadi bukti semakin eratnya kepercayaan yang terjalin antara Insan Perguruan Tinggi dengan Dunia Industri.

“Program Innovation Fund telah berhasil memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak yang dipertemukan oleh Kedaireka. Industri mendapatkan solusi atas tantangan yang dihadapi dengan mitra terpercaya yang sebelumnya telah terkurasi. Insan Perguruan Tinggi mendapatkan banyak peluang kolaborasi dengan fokus topik beragam, bimbingan dan ilmu baru dalam mempersiapkan kolaborasi inovasi serta kemudahan proses administrasi bagi keduanya. Kami berharap dengan bukti nyata ini akan membuka lebih banyak lagi kesempatan kolaborasi inovasi dengan mitra industri di berbagai bidang serta dosen di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Mahir.

Tentang Kedaireka

Kedaireka merupakan platform milik Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dibawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) yang bertujuan untuk menjodohkan kolaborasi antara Insan Dikti dan Diksi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang mengusung semangat Kampus Merdeka.

Kedaireka hadir sebagai sebuah ruang pertemuan dengan harapan dapat menghasilkan solusi berbasiskan riset dan sumber daya yang ada di perguruan tinggi. Misi dari platform ini adalah sektor pendidikan tinggi menjadi pusat riset dan pengembangan yang memberikan sumbangan nyata bagi dunia usaha dan dunia industri serta masyarakat.

Pada tahun 2022, Kedaireka kembali meluncurkan program Matching Fund dengan fokus riset yang menitik beratkan 5 sektor, yaitu Green Economy, Blue Economy, Digital Economy, Tourism, dan Health Infrastructure.

Selain Matching Fund, Kedaireka juga meluncurkan tujuh program Ekosistem Kedaireka yang meliputi meliputi Kedaireka Academy, RekaTalks, Match Making Innovation Forum, Innovation Fund, CEO Mentorship, RekaPreneur dan RekaPods.

● Kedaireka Academy, sebuah platform pelatihan digital untuk insan Perguruan Tinggi dimana mereka akan dilatih langsung oleh praktisi DUDI dengan harapan dapat meningkatkan wawasan insan Perguruan Tinggi akan perkembangan terkini dunia industri.

● RekaTalks, acara talkshow yang menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari Insan Perguruan Tinggi dan DUDI penerima manfaat program Matching Fund.

● Match Making Innovation Forum, program networking dan “perjodohan” cepat antar Perguruan Tinggi dan Industri demi mendorong akselerasi kolaborasi.

● Innovation Fund, program kolaborasi berbasiskan business case yang dikurasi langsung oleh perwakilan DUDI yang sudah memiliki modal finansial mandiri.

● CEO Mentorship, sharing session intensif oleh petinggi dunia industri untuk meningkatkan pertukaran insight dan pengembangan diri insan Perguruan Tinggi.

● RekaPreneur, menghadirkan narasumber dari praktisi dan akademisi untuk meningkatkan pemahaman Insan Perguruan Tinggi dalam tata cara pitching ide, penyusunan proposal, dan negosiasi.

● RekaPods, program podcast yang menghadirkan penerima bantuan Matching Fund untuk membahas perihal inovasi yang mereka ciptakan, success story, dan manfaat yang mereka rasakan dari program Matching Fund.