
Jakarta - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mengatur skema keberangkatan petugas dan Jemaah menuju Arafah, Muzdalifah dan Mina jelang puncak ibadah haji 1444 H. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Haji (Kabid Linjam) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Harun Al Rasyid.
“Akan ada 11 Ad Hoc di Arafah, satu Ad Hoc membawahi tujuh sampai sembilan maktab, satu maktab jumlahnya sekitar tujuh kloter atau sekitar 2.800 jemaah haji,” ujar Harun saat meninjau Arafah, Muzdalifah dan Mina pada Jumat (16/6/2023).
Menurutnya, pergerakan petugas haji diawali pada 6 Zulhijah yang mana Satgas akan bergerak menuju Arafah. Kemudian, pada 7 Zulhijjah, Satgas telah menempati sektor-sektor yang mereka tempati. Dibuat pula Ad Hoc yang berisi 50 petugas di Arafah.
Lebih lanjut, Harun juga menginformasikan bahwa akan tersedia Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah. Sehubungan dengan itu, Harun mengimbau para jemaah haji untuk menghemat hemat penggunaan air karena ketersediaan air di Arafah terbatas. Selain itu, jemaah haji juga diimbau untuk tidak memaksakan diri dan tidak memforsir tenaganya, sehingga mereka tidak kehabisan tenaga sebelum wukuf di Arafah. (Atha)