.jpeg)
Jakarta – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan imbauan bagi jemaah haji 2023 yang berambisi untuk bisa mencium Hajar Aswad saat menjalankan ibadah tawaf.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Mekkah, H.Z Nasution, mengatakannya di hadapan seluruh jemaah kloter 12 embarkasi SOC (Solo) di sektor 11 pada hari Senin (5/6/2023). Ia berharap para jemaah tidak egois agar jemaah dapat terlayani dengan baik dan tidak nyasar.
"Bapak-ibu, jangan egois ya. Ego mengakibatkan jemaah tidak terlayani dengan baik, nyasar, karena nggak mau sama teman-teman," ujar Nasution.
Diketahui Hajar Aswad merupakan batu yang turun dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Batu itu oleh Allah SWT diserahkan kepada Nabi Ibrahim untuk diletakkan di sudut Ka’bah sebagai pertanda dan lokasi dimulainya tawaf.
Mengacu pada hadis yang menyebut Rasulullah SAW pernah mencium dan meletakkan dahinya pada Hajar Aswad, maka bagi laki-laki disunahkan untuk melakukan hal yang sama sebanyak tiga kali.
Peletakan Hajar Aswad di sudut Ka'bah menjadikannya sangat strategis, sehingga para jemaah haji maupun umrah setelah tawaf berebut mencium dan mengusap batu hitam yang diwadahi besi perak itu. Akan tetapi, jika tidak mampu menyentuh secara langsung, sebab sulit mendekat atau dikhawatirkan menyakiti orang lain ketika akan mendekati Hajar Aswad, maka bisa dengan menggunakan tongkat, lalu mencium ujung tongkat yang menyentuh Hajar Aswad tersebut. Jika tetap tidak bisa, maka cukup dengan isyarat tangan kanan.
Nasution mengatakan untuk nantinya tidak berbicara hal-hal yang mengandung syahwat dan tidak membawa benda-benda yang berbau syirik, serta tidak bersikap kasar dengan jemaah lainnya.
"Tidak ada anjuran untuk cium Ka'bah. Hati-hati jangan ikut-ikutan. Karena amal ibadah bisa terhapus. Di dalam hadis hanya ajarkan cium hajar aswad karena Rasulullah SAW melakukannya," ungkapnya.
(Atha)