Gubernur Jatim Berharap Kontribusi Migas Jatim Dorong Perekonomian Nasional

MUS • Thursday, 9 Feb 2023 - 10:19 WIB

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin meresmikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) milik PT Pertamina EP Cepu dan Lapangan MDA-MBH milik Husky – CNOOC Madura Limited (HCML), di Ballroom Sheraton Hotel, Surabaya.

Proyek JTB sendiri berlokasi di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kab. Bojonegoro. Sedangkan Lapangan MDA-MBH milik HCML berlokasi di Selat Madura.

Gubernur Khofifah berharap, peresmian dua PSN ini mampu meningkatkan kontribusi industri migas di Jatim untuk mendukung kestabilan dan pertumbuhan perekonomian makro. Sekaligus semakin mendorong pembangunan ekonomi maupun infrastruktur di Jawa Timur. 

“Pemanfaatan gas bumi ke depannya harus kita dorong melalui pengembangan infrastruktur, agar peningkatan pasokan dan pemanfaatannya dapat dinikmati masyarakat langsung, terutama pada masyarakat pada daerah penghasil migas di Jawa Timur,” tegasnya. 

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data SKK Migas Jabanusa, produksi gas bumi di Jatim diprediksikan dalam 2 atau 5 tahun kedepan akan mengalami lonjakan.

“Kondisi ini, memerlukan uluran tangan Pemerintah Pusat guna menyiapkan grand design baru bagi pemenuhan infrastruktur migas di Jatim. Diharapkan ini akan sejalan dengan master plan pengembangan wilayah industri di 4 kawasan industri eksisting, maupun yang akan dikembangkan di 3 titik yaitu di Kab. Nganjuk, Kab. Madiun dan Kab. Ngawi,” urainya. 

Lebih lanjut ditambahkan Khofifah, sejak tahun 2019-2022, pembangunan jaringan gas rumah tangga di Jawa Timur telah maju dibanding provinsi lain. Tercatat, kurang lebih 180.650 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di 11 Kabupaten/ Kota telah terpasang. 

“Namun pemerataan akses energi perlu ditingkatkan. Karena sejauh ini pembangunan Jargas masih belum diprioritaskan untuk Daerah Penghasil Migas, seperti kepulauan Madura Jawa Timur yang memiliki potensi gas bumi  besar,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemprov Jatim mengapresiasi SKK Migas Jabanusa beserta PEPC (Pertamina EP Cepu) dan HCML (Husky CNOOC Madura Ltd) dengan on streamnya lapangan Jambaran Tiung Biru oleh PEPC pada 20 September 2022 dan lapangan MDA & MDH oleh HCML pada tanggal 23 Oktober 2022.

“Kami berharap, proyek lapangan gas ini dapat meningkatkan kehandalan pasokan gas di Jawa Timur, juga Jawa Tengah. Sekaligus bisa mendukung ekosistem pertumbuhan perekonomian di daerah lebih maju dan mandiri,” pungkasnya. 

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif juga melaporkan progres kedua proyek lapangan gas ini. Total investasi lapangan gas JTB mencapai Rp. 22,5 triliun, serta penerimaan negara yang didapatkan mencapai Rp. 23,1 triliun (selama proyek berjalan). Sedangkan TKDN pada proyek ini mencapai 40%.

“Proyek Lapangan Gas JTB menyerap tenaga kerja berasal dari lokal Bojonegoro sebesar ±65%, puncaknya mencapai 4.941 tenaga kerja lokal (dari total 7.523 tenaga kerja) pada April 2021,” ujar Arifin Tasrif. 

Proyek JTB diproyeksikan menjadi salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia dengan produksi penjualan gasnya yang mencapai 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah tersebut, 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN, Industri Jatim-Jateng, dan Petrokimia Gresik. (Her)