'Tawaf' Wapres di Papua Dapat Apresiasi Publik

FAZ • Sunday, 4 Dec 2022 - 08:59 WIB

Jakarta - Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin di wilayah Papua mendapat apresiasi publik. Wapres RI melakukan kunjungan kerja selama lima hari penuh di empat provinsi dan lima kabupaten kabupaten sejak 28 November 2022. Ma’ruf Amin menyebut kunjungan kerjanya di Papua itu sebagai “tawaf”. 

“Saya sebut kunker ke Papua ini, saya sedang melakukan tawaf di Papua. Berputar mengelilingi Papua. Biasanya tawaf itu di Ka’bah, muter-muter Ka’bah, tapi saya tawaf di Papua,” ujar Ma’ruf Amin di Pantai Parai, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Jum’at (2/12/2022).

Tawaf Wapres tersebut diapresiasi oleh Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI). Koordinator nasional JAMMI mengatakan bahwa usia senja tidak menjadi halangan bagi Ma’ruf Amin. Justru menurutnya, tawaf Wapres menunjukkan komitmen dan dedikasinya begitu kuat untuk membangun Papua.

“Usia hanyalah angka bagi Pak Kyai Ma’ruf. Beliau buktikan dengan kunjungan kerja maraton selama lima hari penuh di empat provinsi dan lima kabupaten di Papua. Sebuah dedikasi dan komitmen tinggi dari seorang umara cum ulama untuk membangun wilayah Timur Indonesia,” ujar Irfan dalam keterangannya melalui aplikasi whatsapp, (03/12/2022).

Seperti diketahui Ma’ruf Amin menjebat sebagai Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) atau Badan Pengarah Papua (BPP). Tercatat RI 2 ini mengunjungi Kota Jayapura, Provinsi Papua, Kabupaten Merauke di Provinsi Papua Selatan. Kemudian melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Timika di Provinsi Papua Tengah. Selanjutnya ke Kabupaten Kaimana di Provinsi Papua Barat. Terakhir, berkunjung ke Kabupaten Biak Numfor di Provinsi Papua.

JAMMI menilai bahwa kunker Ma’ruf Amin dan berkeliling di Papua menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat serius membangun Indonesia dari pinggiran. “Membangun Papua harus menggunakan kacamata orang Papua. Tidak boleh menggunakan kacamata orang Ibukota negara,” terangnya.

“Papua negeri dimana kaya akan suku dan budaya. Pembangunan Papua tidak boleh tercerabut dari akar budaya Papua sendiri. Saya sangat mengapresiasi “tawaf”-nya Wapres di Papua guna mendengar langsung dari parapihak masyarakat Papua.”

Selain itu, JAMMI menegaskan bahwa aspirasi, saran dan masukan dari berbagai pihak sangat berharga bagi kemajuan Papua.

“Semoga kehadiran Wapres ini memberi angin segar bagi pembangunan wilayah Papua. Begitu juga bagi Pak Kyai, semoga senantiasa sehat dan prima dalam menjalankan amanah besar ini,” tutupnya.