
Genre: Action
Sutradara: Joe Carnahan
Pemeran: Frank Grillo, Mel Gibson, Naomi Watts
Durasi: 1 jam 40 menit
Tayang mulai 4 November 2022 di Cinema XXI
Pernah complaint karena tiap pagi rasanya sama saja? Di "Boss Level", kita akan merasa, awal hari yang terasa sama saja itu, sebenarnya baik-baik saja.
Setiap hari, kita memiliki rutinitas pagi masing-masing. Ada yang langsung cek handphone, ada yang minum kopi, atau kegiatan lainnya. Tetapi bagi purnawirawan pasukan khusus Roy Pulver (Frank Grillo), kejadian unik mematikan selalu dihadapinya ketika membuka mata.
Di apartemennya yang berantakan, Roy terbangun bersama seorang perempuan, dan langsung ditancapkan senjata tajam, tepat beberapa centimeter di atas kepalanya. Roy langsung berdiri, dan berupaya melumpuhkan penyerangnya. Tak lama setelahnya, orang lain berusaha membunuhnya. Kali ini dengan menggunakan helikopter, dan siap memberondongnya dengan peluru dari senjata api.
Sangat menegangkan, tetapi tak cukup di situ. Roy berupaya keluar dari kediamannya, dengan melompat dari jendela, lalu bertemu lagi dengan orang lain lagi, lengkap dengan pistol klasik dan senapan , yang pelurunya dimuntahkan bertubi-tubi dari sebuah mobil.
Roy pun harus membajak mobil agar bisa bertahan dari serangan tersebut. Dia tahu persis, kendaraan mana yang harus dibajak. Kemudian, momen demi momen akan dilalui, seolah semua orang ingin benar-benar menewaskannya.
Sampai pada tengah hari, Roy berada di kedai, minum minuman keras sampai mabok, dan ia akan meninggal dunia tak lama setelahnya. Dia seolah tahu apa yang akan terjadi, dan seterusnya, dan seterusnya begitu. Aktivitas keseharian itu, tak berakhir di sana.
Keesokan harinya, Roy akan bangun, dan menghadapi semuanya. Seluruh pengalaman tersebut, persis setiap hari. Dia bangun, menghadapi para pembunuh, sampai di tengah hari, dipastikan dia akan mati, lalu hidup lagi keesokan hari menghadapi aktivitas yang sama.
Dia sudah menjalaninya ratusan kali, mati ratusan kali, mencoba ratusan kali. Berusaha bertahan hidup lebih lama, dan lebih lama lagi, namun terasa percuma. Roy akan mati, tetapi hidup lagi, untuk menjalani nasib yang sama.
Di tengah kebingungan, Roy sebenarnya sudah mulai mengendalikan situasi. Dia tahu persis apa yang akan terjadi menit demi menit. Dia bahkan memberikan julukan untuk sederet pembunuhnya. Dengan ciri khas masing-masing, para pembunuh menggunakan variatif di antaranya: pedang, alat derek, bahan peledak, bahkan ada pembunuh yang menirukan persis pengarai Roy.
Namun lama kelamaan, dia bertanya, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada orang-orang yang ingin mematikannya? Sebagai latar belakang, penonton pun diajak untuk mengikuti pertemuan Roy dengan Jemma (Naomi Watts), perempuan yang sangat dicintainya. Jemma sedang butuh bantuan mantan suami, atau paling tidak, bapak dari anaknya tersebut.
Jemma bekerja sebagai ilmuwan, sedang mengerjakan mesin waktu bagi pemilik perusahaan Ventor (Mel Gibson), yang sangat ambisius untuk tujuan kejamnya. Tetapi bukan pekerjaan Jemma yang menarik perhatian Roy.
Mereka sebenarnya lebih banyak membicarakan putra semata wayang Joe, yang beranjak remaja. Jemma ingin Roy lebih banyak waktu untuk keluarga, Roy ingin kembali menjalin relasi keluarga yang baik, namun semua terasa kurang pas.
Di sela-sela argumen mereka, Jemma berusaha diam-diam menjalankan misi tersembunyi. Jemma ingin Roy menjalani perannya sebagai pasangan dan bapak yang baik, sambil terlihat was-was sedang diawasi oleh atasannya, terkait pekerjaan mesin waktunya.
Masalahnya, pertemuan Roy dan Jemma sesungguhnya berkaitan dengan pengulangan ratusan kali peristiwa, yang harus dihadapinya setiap hari? Mampukah Roy menghentikan semua, memberikan pertolongan yang dibutuhkan Jemma, dan memperbaiki relasinya?
Lebih dari itu, yang terus menerus mengusik penonton. Apa sebenarnya yang dihadapi Roy? Apakah dia masuk dalam video game, seperti tampilan visual yang berkali-kali muncul sebagai narasi di sepanjang film? Atau ada misi lain yang berlangsung di baliknya?
"Boss Level" akan menjawabnya dengan 'action' pembunuhan demi pembunuhan yang cocok untuk penggemar layar lebar genre tersebut. Menontonnya di Cinema XXI akan membawa kita menyaksikan lebih dalam lagi, apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam cerita lingkaran kematian, dengan dihiasi sci-fi ini.